Berita

Outlook Media 2026 di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Ka 5 Februari 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Dewan Pers Bareng Pemred Bahas Nasib Media di Era Disrupsi Digital

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 12:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Nasib media massa di era disrupsi digital dibahas Dewan Pers bersama pemimpin redaksi (pemred) dari berbagai kantor media massa, di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 5 Februari 2026.

Dewan Pers menamakan kegiatan hari ini sebagai Outlook Media 2026, dengan mengangkat tajuk "Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konetivitas".

Ketua Dewan Pers, Prof. Komarudin Hidayat menjelaskan, kegiatan yang dirangkai dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) ini akan mendalami tantangan yang akan dihadapi oleh media massa.


"Forum ini sebenarnya forum para peserta, pembicara hanya menghantarkan wacana. Tapi pada akhirnya anda semua yang nanti akan membahas dan melanjutkan," kata Komarudin.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini tak memungkiri, tantangan pers sekarang ini, bisa dilihat dari kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi dan juga perubahan corak media.

"Dengan era digital ini, polanya mengalami perubahan luar biasa. Kalau kita dituntut membangun trust terhadap pers, itu ada catatan kakinya. Yaitu, selama kepercayaaan publik bagus terhadap pemerintah maka terhadap pers juga bagus," kata Komarudin.

"Tapi ketika kemudian terjadi disrupsi seperti ini, akan dan sudah muncul pertanyaan, kepada siapa kami percaya?" sambungnya.

Selain itu, Komarudin memandang, perkembangan corak media massa juga menjadi faktor yang mempengaruhi bertahan atau tidaknya media massa ke depan.

"Sekarang masyarakat punya media sosial yang bebas sekali. Dulu pers bisa menjadi gate keeper," kata Komarudin.

Oleh karena itu, ia berharap FGD Outlook Media 2026 ini dapat menjadi bahan untuk pengembangan industri media massa di era disrupsi digital sekarang ini hingga ke depan.

"Saya rasa pers adalah reflektor, atau cermin tentang apa yang terjadi pada pemerintah kepada masyarakat," pungkas Komarudin.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya