Berita

Logo PBNU (RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

NU Butuh Rais Aam Alim dan Zuhud Seperti Kiai Kafabihi

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 11:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli menegaskan bahwa mandat kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) sejatinya berada di Syuriyah sebagai lembaga tertinggi pengendali organisasi. 

Karena itu, posisi Rais Aam tidak bisa dipahami sekadar jabatan struktural, melainkan puncak kepemimpinan spiritual dan intelektual NU. Rais Aam adalah penjaga ideologi sekaligus kompas moral bagi jutaan warga nahdliyin. 

Kiai Imam Jazuli menilai KH Kafabihi Mahrus sangat layak dan tepat memimpin Syuriyah PBNU sebagai Rais Aam. Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo itu dinilai memenuhi prasyarat utama kepemimpinan NU.


“Di tengah disrupsi zaman yang kian menderu, menjelang Muktamar ke-35 NU, sosok KH Kafabihi Mahrus muncul bukan hanya sebagai kandidat, melainkan sebuah kebutuhan sejarah bagi struktur PBNU,” kata Kiai Imam lewat keterangan resminya, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia lalu memaparkan sejumlah alasan mengapa Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo tersebut dinilai layak mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU.

Pertama, dari sisi keilmuan. Menurutnya, kepemimpinan dalam tradisi pesantren harus bertumpu pada penguasaan turats dan sanad keilmuan yang jelas. KH Kafabihi disebut sebagai figur alim dan faqih yang tumbuh dalam ekosistem intelektual Lirboyo.

“Beliau tidak hanya menghafal teks, tetapi memahami illat di balik teks tersebut. Kapasitas aliman ini menjamin setiap kebijakan besar PBNU memiliki landasan teologis yang kokoh,” ujarnya.

Kedua, integritas moral. Kiai Imam menilai sifat zuhud KH Kafabihi menjadi benteng penting di tengah kuatnya godaan pragmatisme dan kepentingan duniawi dalam organisasi besar seperti NU.

“Seorang Rais Aam yang zahid akan menjaga marwah organisasi agar tidak terseret kepentingan politik jangka pendek dan transaksi kekuasaan,” tegasnya.

Ketiga, faktor Lirboyo. Ia menyebut Lirboyo sebagai episentrum kultural NU dengan jaringan alumni yang kuat dan mengakar. Memilih KH Kafabihi dinilai dapat menyambungkan kembali PBNU dengan basis kultural pesantren secara utuh.

Keempat, visi strategis. Menurutnya, KH Kafabihi bukan ulama yang terkungkung dalam kitab, tetapi memiliki kepekaan sosial dan pemahaman mendalam atas dinamika internal NU maupun relasinya dengan pihak eksternal.

Kiai Imam juga menyinggung keberhasilan Islah Lirboyo sebagai bukti nyata kepemimpinan KH Kafabihi. Penyatuan berbagai pandangan di internal Lirboyo dinilainya sebagai contoh konkret kemampuan mengelola perbedaan.

“Beliau adalah jembatan antara kemuliaan masa lalu dan tantangan masa depan. Di tangan ulama yang kokoh secara spiritual dan mumpuni secara intelektual inilah masa depan jam’iyyah Nahdlatul Ulama berada di jalur yang benar. Wallahu’alam bishawab,” pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya