Berita

Kolase Logo PSI dan Jokowi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Kemenangan PSI dan Jokowi di Pemilu 2029 Ibarat Fatamorgana

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menyatakan siap bekerja keras mati-matian untuk kemenangan PSI pada Pemilu 2029 dianggap sebagai ilusi semata.  

“PSI dan Jokowi di 2029 ibarat fatamorgana di tengah gurun pasir. Dikarenakan peluang PSI untuk masuk ke dalam parlemen telah kehabisan momentum politiknya,” ujar Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan kepada RMOL di Jakarta, Rabu malam, 4 Februari 2026. 

Lanjut Iwan akrab disapa, energi Jokowi saat ini tentu tidak sekuat dulu ketika menjabat sebagai presiden. Apalagi Jokowi juga tengah diseret ke berbagai kasus mulai dari dugaan korupsi keluarga hingga ijazah palsu.


“Jokowi sudah tidak memiliki power politik lagi dan telah meredupnya popularitasnya di tengah masyarakat,” jelasnya.

Pengamat politik jebolan IISIP Jakarta ini menilai seharusnya Jokowi all out untuk membawa PSI lolos parlemen pada Pemilu 2024 lalu.

“Kalaupun PSI mampu menjadi partai besar dan partai parlemen, momentumnya yaitu pada pemilu 2024 yang lalu karena power politik dan citra Jokowi masih powerfull di masyarakat,” ungkap Iwan.

“Ya kalau Jokowi memberi sinyal akan membawa PSI menjadi partai Besar di 2029 ibarat fatamorgana di tengah redupnya citra dan hilangnya kekuasaan politik,” pungkasnya. 

Dalam Rakernas PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026, Jokowi menyampaikan arahan kepada seluruh kader dan fungsionaris PSI.

“Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI," tandas Jokowi.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya