Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Presisi

Korban Pencurian Ponsel Dijadikan Tersangka, Ini Kisahnya

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 16:19 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penetapan tersangka pemilik toko ponsel berinisial PP dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap pelaku pencurian menuai sorotan publik. Pasalnya, PP sebelumnya merupakan korban pencurian yang dilakukan oleh dua karyawannya sendiri.

Menanggapi polemik tersebut, Polrestabes Medan membeberkan kronologi penetapan tersangka yang disebut telah melalui proses penyelidikan dan penyidikan secara profesional.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup, termasuk keterangan saksi netral, hasil visum, serta keterangan ahli medis.


“Dari hasil visum dan keterangan dokter, ditemukan luka di beberapa bagian tubuh korban. Ini diperkuat dengan keterangan saksi,” ujar Bayu dikutip dari RMOLSumut, Rabu 4 Februari 2026.

Dalam pengembangan perkara, penyidik menemukan dugaan penganiayaan yang terjadi di salah satu kamar hotel di kawasan Medan Tuntungan. 

Aksi tersebut diduga dilakukan secara bersama-sama oleh empat orang, yakni PP, LS, W, dan S. Satu orang telah ditahan, sementara tiga lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selain pemukulan dan tendangan, korban berinisial GT mengaku mengalami perlakuan lain, seperti diseret, diikat, dimasukkan ke bagasi mobil, hingga disetrum.

Peristiwa ini berawal dari kasus pencurian yang dilakukan GT dan rekannya, T, di toko ponsel milik PP di Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, pada 22 September 2025. Kasus pencurian tersebut telah diproses secara hukum, dan keduanya divonis masing-masing 2,5 tahun penjara.

Namun, sehari setelah laporan pencurian, salah satu pihak berinisial LS disebut mendatangi hotel tempat para pelaku menginap tanpa menunggu pendampingan aparat, meski telah diingatkan oleh penyidik untuk menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada polisi.

Sementara itu, pihak keluarga salah satu terduga pelaku penganiayaan membantah adanya kekerasan. Nia, keluarga LS, mengklaim tindakan yang dilakukan bersifat spontan dan sebagai bentuk pembelaan diri karena korban disebut sempat mengancam menggunakan senjata tajam.

“Kami tidak melakukan pengeroyokan seperti yang beredar di media sosial. Mereka langsung dibawa dan diserahkan ke polisi,” ujarnya.

Terpisah, ahli pidana Alfi Syahri menilai kasus ini tidak dapat disamakan dengan peristiwa serupa di Sleman, DIY, yang masuk kategori pembelaan terpaksa (noodweer). Menurutnya, tidak terdapat unsur serangan seketika yang dapat dijadikan alasan pembenar atau pemaaf dalam kasus ini.

“Tidak ada kondisi darurat yang membenarkan penganiayaan. Karena itu, unsur melawan hukum tetap terpenuhi,” kata Alfi kepada wartawan.

Hingga kini, penyidik menegaskan proses hukum terhadap dugaan penganiayaan dan kasus pencurian berjalan secara terpisah dan profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya