Berita

Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma.(Foto: Istimewa)

Publika

Kasus Roy Suryo Cs Tak Layak Diteruskan

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 08:04 WIB

"Kita jangan dulu membayangkan persidangan!" Begitulah kira-kira kalimat Abdul Gafur Sangadji, Kuasa Hukum Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma (RRT), di Podcast Madilog Forum KeadilanTV, setelah Kejaksaan Tinggi mengembalikan berkas perkara RRT kepada penyidik Polda Metro Jaya, terkait kasus ijazah Jokowi.

Abdul Gafur Sangadji mendengar langsung dari Polda Metro Jaya alasan pengembalian berkas RRT itu, sangat-sangat krusial. 

Yakni, penyidik diminta oleh jaksa untuk mendalami lagi saksi-saksi, baik fakta maupun ahli, termasuk mendalami lagi dokumen-dokumen, yang sudah berjumlah ratusan itu.


Artinya, ratusan dokumen, ratusan saksi, dan puluhan saksi ahli yang sudah pernah diperiksa penyidik, minta didalami lagi oleh jaksa. 

Berarti, butuh waktu lebih kurang setahun lagi ke depan, berkaca dari dimulainya kasus ini, baru bisa dilimpahkan lagi kepada jaksa. 

Wajar saja, Abdul Gafur Sangadji melarang orang untuk sekadar membayangkan persidangan, yang masih terlalu jauh itu.

Padahal, yang membayangkan persidangan itu sejak awal adalah Jokowi sendiri, persis beberapa saat, setelah ia melaporkan kasus ini kepada Polda Metro Jaya. 

Jokowi menegaskan bahwa ia hanya akan membuka ijazahnya di persidangan. Persidangan yang sudah ia tentukan sendiri bahwa Roy Suryo cs duduk sebagai terdakwa, bukan persidangan yang lain.

Sebetulnya, agak aneh juga Jokowi sudah membayangkan adanya persidangan itu sejak awal, padahal baru saja melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya. 

Tapi tak ada yang aneh bagi seorang Jokowi. SP3 Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis saja bisa langsung terbit, tak lama setelah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis berkunjung ke rumahnya di Solo.

Seandainya jaksa tak mengembalikan berkas RRT kepada penyidik, bisa jadi bayangkan Jokowi akan adanya persidangan akan segera terwujud. 

Tapi karena jaksa mengembalikan berkas RRT kepada penyidik, maka Abdul Gafur Sangadji melarang orang, termasuk Jokowi, untuk membayangkan akan adanya persidangan dalam waktu dekat ini. Sebab ia tahu betul alasan pengembalian berkas itu sendiri.

Kalau sempat penyidik melimpahkan kembali berkas RRT, dan jaksa kembalikan mengembalikan untuk kedua kalinya, maka ia optimis kasus RRT ini tidak cukup kuat untuk dibawa ke persidangan. 

Dan kalau tidak cukup kuat dibawa ke persidangan, maka tak ada cara lain bagi penyidik, kecuali menerbitkan SP3 terhadap kasus ini dan kasus ditutup.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya