Berita

Ilustrasi Penyebab Harga Emas Turun (Sumber: Gemini Generated Image)

Bisnis

5 Penyebab Harga Emas Turun di Pasar Global, Ini Faktor Utamanya

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 19:18 WIB

Harga emas dunia kembali melemah sejak Senin, 2 Februari 2026 setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada pekan lalu. Harga emas spot tercatat turun lebih dari 4 persen dan berada di kisaran 4.662,43 Dolar AS per ons. 

Pelemahan ini menandai koreksi tajam setelah naik karena ketidakpastian global. Sementara itu, kontrak berjangka emas masih tertekan sekitar 1 persen ke level 4.694,60 Dolar AS per ons. 

Tekanan pada harga emas ini tidak lepas dari berbagai sentimen pasar yang berkembang, mulai dari penguatan Dolar AS, perubahan ekspektasi suku bunga, hingga aksi ambil untung oleh investor setelah harga emas berada di level tertinggi sepanjang sejarah. Lantas, apa saja penyebab harga emas turun dalam beberapa hari terakhir?


Penyebab Harga Emas Turun

Melansir laman resmi Pegadaian, berikut sejumlah faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas dunia.

1. Kebijakan Bank Sentral

Kebijakan bank sentral menjadi salah satu penyebab harga emas turun yang paling berpengaruh di pasar global. Ketika bank sentral, khususnya Federal Reserve AS, memberi sinyal pengetatan kebijakan moneter, minat investor terhadap emas cenderung berkurang. 

Hal ini karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga lainnya. Selain itu, arah kebijakan bank sentral sering menjadi acuan utama pelaku pasar dalam menentukan strategi investasi jangka pendek maupun panjang.

2. Meningkatnya Suku Bunga

Naiknya suku bunga acuan juga menjadi penyebab harga emas turun dalam beberapa waktu terakhir. Saat suku bunga naik, instrumen investasi berbasis bunga seperti obligasi dan deposito menjadi lebih menarik dibandingkan emas. 

Kondisi ini mendorong investor mengalihkan dana mereka dari emas ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Akibatnya, permintaan emas menurun dan harga pun mengalami tekanan.

3. Nilai Tukar Dolar AS Menguat

Penguatan nilai tukar Dolar AS kerap disebut sebagai penyebab harga emas turun di pasar internasional. Emas yang diperdagangkan menggunakan Dolar AS akan menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain ketika Dolar menguat. 

Hal ini menyebabkan permintaan global terhadap emas melemah. Seiring berkurangnya minat beli, harga emas pun cenderung mengalami koreksi.

4. Supply dan Demand Global

Keseimbangan antara pasokan dan permintaan emas dunia turut menjadi penyebab harga emas turun. Ketika pasokan emas meningkat, baik dari produksi tambang maupun penjualan cadangan, sementara permintaan stagnan atau menurun, harga emas akan tertekan. 

Sebaliknya, melemahnya permintaan dari sektor industri dan perhiasan juga memengaruhi harga. Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika supply dan demand sangat menentukan pergerakan harga emas global.

5. Kondisi Ekonomi Global dan Kondisi Geopolitik

Kondisi ekonomi global yang mulai stabil dapat menjadi penyebab harga emas turun karena peran emas sebagai aset safe haven berkurang. Ketika risiko ekonomi dan geopolitik mereda, investor cenderung kembali ke aset berisiko seperti saham. 

Namun, jika ketegangan geopolitik meningkat, harga emas biasanya kembali menguat. Oleh karena itu, perubahan sentimen global sangat berpengaruh terhadap naik turunnya harga emas di pasar dunia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya