Berita

Presiden Prabowo Subianto di Rakornas 2026 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Peringatan Keras Prabowo Tidak Hanya untuk Gerindra

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peringatan keras Presiden Prabowo Subianto terhadap kader Partai Gerindra agar tak nakal dan berurusan dengan hukum disorot Analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensat itu, Prabowo ingin membuktikan ke masyarakat jika dirinya tidak pasang badan terhadap siapa pun yang terlibat dalam kasus hukum, termasuk dengan kader partainya sendiri.

"Kalimat peringatan itu diucapkannya dengan keras, menandakan jika dalam komunikasi ini Pak Prabowo serius terhadap semua yang berupaya melawan hukum," kata Hensat kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini pun melihat, Prabowo sengaja menggunakan bahasa tegas dan langsung seperti "Kalau Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap" untuk menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu.

Menurut Hensa, pilihan kata yang kasar namun lugas itu bukan sekadar gaya bicara, melainkan strategi komunikasi politik yang efektif untuk membangun citra pemimpin yang tegas, berintegritas, dan tidak nepotis.

"Ini bisa menepis narasi bahwa kekuasaan akan melindungi kroni atau partai sendiri, justru sebaliknya, Prabowo menegaskan bahwa hukum di atas segalanya, bahkan di atas loyalitas partai," lanjutnya.

Lebih lanjut, Hensat melihat peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada kader Gerindra, melainkan juga menjadi pesan implisit bagi seluruh partai koalisi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sebab, Prabowo menyampaikan pernyataan itu di forum Rakornas yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, di mana banyak pejabat dari berbagai partai politik hadir. Menurutnya, sang Presiden ingin agar seluruh pejabat pemerintahan dari berbagai latar belakang itu pun mengetahui jika ia juga tegas terhadap kadernya sendiri.

"Ini pesan lintas partai, Pak Prabowo tidak ingin ada persepsi bahwa koalisi besar ini menjadi tameng bagi siapa pun yang nakal. Dengan menegaskan 'saya tangkap' tanpa terkecuali, ia membangun fondasi bahwa pemerintahan ini berbasis hukum, bukan berbasis patron politik," tambah Hensat.

Pernyataan Prabowo di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 itu juga membawa pesan lebih luas tentang persatuan nasional.

Dengan menekankan bahwa ia tidak memandang latar belakang politik seseorang, Prabowo ingin menunjukkan bahwa kepemimpinannya inklusif dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan golongan.

"Peringatan ini sekaligus mengajak semua pihak untuk bekerja sama untuk rakyat tanpa memandang latar belakang politik," kata Hensat.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya