Berita

Indonesia bergabung ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) untuk Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Setneg)

Politik

RI Jangan Jadi Kaki Tangan Trump di BoP

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 09:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) untuk Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menuai kritik dari berbagai kalangan. 

Anggota DPR RI Mardani Ali Sera menegaskan, parlemen akan terus mengawal langkah pemerintah agar proses menuju kemerdekaan Palestina memiliki arah yang jelas, meski Indonesia tidak memiliki kendali penuh dalam forum tersebut.

“Kami di DPR akan terus mengawasi agar proses kemerdekaan Palestina segera jelas roadmap-nya dalam kondisi kita tidak memiliki kendali penuh,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, Selasa, 3 Februari 2026.


Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, BOP harus diposisikan sebagai platform yang dimanfaatkan secara cerdik dan strategis, bukan justru menjadi jebakan politik bagi Indonesia.

“BOP sebagai platform harus dimanfaatkan dengan cerdik. Pasti akan ada kekhawatiran bahwa Indonesia bisa menjadi ‘kaki tangan’ Trump,” katanya.

Namun demikian, Mardani menilai kehadiran negara-negara Islam di dalam BOP dapat menjadi penyeimbang penting agar kepentingan Palestina tidak terpinggirkan.

“Dengan kehadiran 13 negara Islam di BOP semoga bisa menjadi penjaga agar suara Palestina tetap terdengar,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar keberadaan BOP tidak memicu perpecahan di dalam negeri maupun di antara negara-negara yang selama ini konsisten mendukung Palestina.

“BOP ini jangan membuat perpecahan di antara kita. Target kita sama-sama jelas, Palestina merdeka,” tegas Mardani.

Mardani menekankan, apa pun bentuk forum internasional yang diikuti Indonesia, tujuan utamanya harus tetap mengarah pada kemerdekaan Palestina dan perlindungan hak-hak kemanusiaan rakyat Gaza.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya