Berita

Ilustrasi ketan durian khas Sumatera Utara. (Foto: Youtube)

Nusantara

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 18:53 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Bulan Ramadan di Indonesia bukan sekadar momen spiritual, tapi juga festival rasa yang dinanti jutaan orang. Sesaat setelah beduk magrib bertalu, ada satu tradisi yang tak terlewatkan: berburu takjil.

Istilah takjil sendiri diserap dari bahasa Arab ‘ajila yang berarti menyegerakan. Namun di Nusantara, ia bertransformasi menjadi ragam kuliner pembuka yang kaya warna dan rasa.

Dari manis legitnya durian di barat hingga gurihnya ikan di timur, setiap daerah punya jagoannya sendiri. 


Menyantap takjil bukan sekadar mengembalikan gula darah, tapi juga merayakan kehangatan bersama orang terkasih. Penasaran apa saja menu buka puasa tradisional yang paling autentik?

Simak kurasi 5 takjil legendaris dari Sabang sampai Merauke berikut ini!

1. Ketan Durian (Sumatera Utara)

Jika Anda pecinta durian, Medan adalah surga. Di sini, durian bukan sekadar buah musiman, tapi simbol kemewahan yang sederhana. Karakter rasanya manis, creamy, dan beraroma tajam.

Adapun, penyajian yaitu pulut (ketan) kukus hangat disiram saus santan kental yang dicampur daging durian asli.

Menurut filosofi takjil lokal, durian memberikan asupan energi instan yang tinggi. Sangat cocok untuk memulihkan tenaga seketika setelah seharian menahan lapar.

2. Es Pleret (Jawa Timur)

Bergeser ke tanah Jawa, ada primadona dari Blitar yang kini populer hingga ke berbagai kota, yaitu Es Pleret.

Apa itu Pleret? Adonan tepung beras yang dibentuk bulat memanjang (mirip cendol tapi lebih padat dan kenyal). Namanya diambil dari cara pembuatannya yang di-pleret (ditekan) hingga pipih.

Bola-bola nasi ini disajikan dengan kuah santan gurih, sirup gula merah, dan es batu. Perpaduan tekstur kenyal dan kuah dingin yang manis-gurih sangat efektif menghapus dahaga seketika.

3. Es Pisang Ijo (Sulawesi Selatan)

Ini dia salah satu ikon takjil paling populer di Indonesia. Berasal dari Makassar, popularitas Es Pisang Ijo sudah menembus batas pulau dan menjadi menu wajib di berbagai pasar Ramadan nasional.

Pisang raja yang manis dibalut adonan tepung berwarna hijau cerah (dari daun suji/pandan). Pisang berbalut kulit ini dipotong-potong, lalu disiram bubur sumsum (fla) yang gurih, es serut, dan sirup merah khas Makassar (biasanya sirup DHT) yang wangi.

Warna hijaunya melambangkan kesegaran dan kedamaian, sangat pas untuk suasana Ramadan yang menyejukkan hati.

4. Lalampa (Sulawesi Utara)

Bosan dengan takjil yang terlalu manis? Manado punya jawabannya. Di sana, takjil gurih dan sedikit pedas justru menjadi favorit untuk "pemanasan" sebelum makan besar.

Sekilas mirip lemper di Jawa, namun bentuk Lalampa lebih ramping dan panjang. Ketan pulen yang diisi suwiran ikan cakalang (pampis) yang dimasak dengan bumbu pedas nan kaya rempah.

Kunci kelezatannya ada pada proses akhir. Lalampa dibungkus daun pisang yang diolesi minyak, lalu dibakar di atas bara. Aroma asap (smokey) yang meresap ke dalam ketan membuat siapa pun menelan ludah.

5. Kue Bingka (Kalimantan Selatan)

Tak lengkap bicara takjil Nusantara tanpa mampir ke Banjarmasin. Di sini, takjil (disebut Wadai) adalah urusan serius, dan ratunya adalah Kue Bingka. Kue basah tradisional berbentuk bunga berkelopak enam yang ikonik.

Kudapan ini sangat lembut, padat, dan creamy. Rasa manisnya dominan karena terbuat dari campuran kentang, telur bebek, santan kental, dan gula.

Selain Bingka Kentang (original) yang dipanggang, ada juga varian Bingka Barandam (bingka yang disajikan dengan "berendam" dalam kuah gula manis). Sepotong kecil saja sudah cukup untuk mengembalikan energi!

Jadi, takjil legendaris mana yang ingin Anda buru untuk berbuka puasa nanti?

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya