Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Publika

Kapolri dan Jokowi Pejuang bagi Kepentingannya Masing-masing

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 13:42 WIB

TERNYATA, Kapolri dan Jokowi punya satu kesamaan. Yakni, sama-sama pejuang. Pejuang yang gigih. Pejuang bagi kepentingannya masing-masing. 

Pejuang bagi pendukungnya masing-masing. Ini baru tampak jelas belakangan ini pula, bagi yang jeli melihat dan terbuka atas perkembangan terbaru.

Di hadapan anggota Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tegas memerintahkan jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan, kalau ada pihak-pihak yang menginginkan posisi Polri berada di bawah kementerian. 


Artinya, posisi Polri saat ini adalah harga mati yang harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.

Sedangkan Jokowi di hadapan peserta Rakernas I PSI di Makassar, lantang berpidato akan bekerja mati-matian untuk PSI. 

Bahkan, saking bersemangatnya Jokowi sampai keseleo lidah mengatakan kata mati-matian itu sendiri. Tidak saja bekerja mati-matian, tapi juga bekerja habis-habisan untuk kemenangan PSI. 

Kalau sudah mati, ya habis. Dan kalau sudah habis, bisa saja mati.

Teriakan Jokowi akan bekerja mati-matian dan habis-habisan untuk PSI disambut gegap-gempita oleh para peserta Rakernas PSI. 

Gemuruh teriakan: Jokowi, Jokowi, Jokowi; membahana ke seluruh ruangan gedung Rakernas. Sedangkan perintah Kapolri kepada jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan disambut tepuk tangan anggota Komisi III DPR RI.

"Menyala Kapolri, "teriakan salah seorang anggota Komisi III jelas sekali terdengar di ruangan itu.

Memang agak aneh juga, kelakuan dari anggota Komisi III yang bertepuk tangan atas perintah Kapolri kepada jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan mempertahankan posisi Polri saat ini. 

Bahkan Ketua Komisi III Habiburokhman berani bersaksi bahwa itu bentuk loyalitas Kapolri kepada Presiden, bukan justru pembangkangan.

Ternyata, di hadapan kelompok kritis yang baru-baru ini bertemu Presiden Prabowo di Kertanegara, secara eksplisit Presiden membuka opsi Polri berada di bawah Kementerian. 

Lalu, apa arti tepuk tangan dari anggota Komisi III itu? Dan apa pula arti kesaksian dari Ketua Komisi III terhadap loyalitas Kapolri itu?

Sebagai salah seorang petinggi Gerindra, mestinya Ketua Komisi III Habiburokhman malu, karena terlalu maju dan pasang badan yang sebetulnya tak terlalu diperlukan. 

Kecuali memang, punya kepentingan sendiri pula yang publik tidak mengetahui. Entahlah, tindakan memalukan itu seperti lekat saja pada anggota DPR kita saat ini.

Wajar saja, Jokowi bekerja mati-matian dan habis-habisan untuk PSI, karena Ketua Umumnya Anak Bungsunya dan yang akan diusung nantinya adalah anak sulungnya pula. 

Kalau tak bekerja mati-matian dan habis-habisan untuk PSI, justru tidak wajar alias aneh. 

Dia yang diuntungkan, kok dia pula yang tak mau bekerja mati-matian dan tak mau bekerja habis-habisan?

Yang tidak wajar itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan agar Polri tidak berada di bawah Kementerian. 

Bahkan dia lebih memilih menjadi petani daripada menjadi menteri yang membawahi Polri. 

Tidak saja tidak wajar, itu sebetulnya agak lawak juga terdengar. Anak buah yang tiba-tiba protes ingin menjadi bos atau penentu di negeri ini.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya