Berita

Penampakan mobil BYD di sebuah showroom di mall Jakarta Selatan (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Angka Penjualan Mobil BYD Merosot Lima Bulan Berturut-turut

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 10:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penjualan kendaraan BYD, produsen mobil listrik terbesar di China, kembali turun pada Januari 2026. Penurunan ini menjadi yang kelima bulan berturut-turut, di tengah ketidakpastian global dan persaingan yang semakin ketat di pasar domestik.

Dikutip dari Reuters, Senin 2 Februari 2026, dalam laporan ke bursa pada Minggu, BYD mencatat penjualan kendaraan turun 30,1 persen dibandingkan Januari tahun lalu. Total kendaraan yang terjual secara global mencapai 210.051 unit. Dari jumlah tersebut, ekspor kendaraan energi baru (NEV) mencapai 100.482 unit sepanjang Januari.

Tak hanya penjualan, produksi BYD juga merosot 29,1 persen, memperpanjang tren penurunan yang sudah berlangsung sejak Juli tahun lalu.


Untuk mendongkrak minat pasar dalam negeri, BYD pada Januari meluncurkan versi terbaru sejumlah mobil plug-in hybrid dengan baterai jarak tempuh lebih panjang. Langkah ini ditujukan agar model hybrid berharga terjangkau tetap menarik bagi konsumen China.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan. Penjualan mobil plug-in hybrid, yang menyumbang lebih dari setengah total penjualan BYD, turun 28,5 persen pada Januari. Penurunan ini melanjutkan tren setelah segmen tersebut turun 7,9 persen sepanjang 2025.

Meski demikian, BYD tetap agresif di pasar luar negeri. Perusahaan menargetkan pengiriman 1,3 juta kendaraan ke luar negeri pada 2026, atau naik sekitar 24 persen dibandingkan 2025. Target ini lebih rendah dari rencana sebelumnya yang mencapai hingga 1,6 juta unit, yang sempat disampaikan manajemen kepada Citi pada November lalu. BYD tidak menjelaskan alasan penurunan target tersebut.

Dari sisi ekspansi global, pabrik kendaraan listrik BYD di Hungaria diperkirakan mulai beroperasi tahun ini, melengkapi fasilitas produksi di Brasil dan Thailand. BYD juga berencana membangun pabrik perakitan di Indonesia dan Turki.

Lonjakan penjualan luar negeri hingga 150,7 persen pada tahun lalu membantu BYD menyalip Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia. Kinerja ekspor ini menutup tekanan berat di pasar China, terutama dari pesaing seperti Geely dan Leapmotor di segmen mobil murah.

Secara keseluruhan, BYD nyaris memenuhi target penjualan global 4,6 juta unit pada 2025, setelah target tersebut sebelumnya diturunkan. Hingga kini, perusahaan belum mengumumkan target penjualan untuk 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya