Berita

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali.(Foto: Dok Pribadi)

Politik

Migrasi Elite Nasdem ke PSI Tak Menjamin Kenaikan Elektoral

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 10:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perpindahan sejumlah kader senior Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memantik perbincangan. Nama-nama besar seperti Ahmad Ali dan Rusdi Masse tercatat sebagai tokoh yang memilih hengkang dan bergabung dengan partai berlambang mawar tersebut.

Pengamat politik Nurul Fatta menilai, fenomena migrasi elite ini menarik untuk dikaji lebih jauh, terutama soal dampaknya terhadap elektabilitas PSI ke depan.

“Pertanyaannya kemudian, apakah perpindahan ini menunjang elektoral PSI di 2029?” ujar Fatta kepada RMOL, Senin,2 Februari 2026.


Ia melihat, selama ini PSI cenderung bergantung pada satu figur sentral, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Namun kini, strategi PSI tampak bergeser dengan menjadikan Jokowi sebagai “umpan” untuk menarik elite-elite politik lain agar bergabung.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan karakter sistem proporsional terbuka yang berlaku dalam pemilu di Indonesia. Dalam sistem ini, pemilih dinilai lebih menaruh perhatian pada figur calon ketimbang partai politiknya.

Dengan kondisi itu, Dia memperkirakan peluang PSI lolos ke parlemen tetap terbuka jika para elite yang bergabung mampu mengelola basis elektoral masing-masing.

“Artinya, ketika elite-elite PSI sama-sama fokus merawat basis dan berhasil memenangkan pertarungan, katakanlah menang di 30 dapil, angka yang cukup ideal bahkan dapat dikatakan sangat besar untuk partai sekelas PSI, saya yakin jika parliamentary threshold tetap di 4 persen, PSI bisa lolos ke parlemen,” ujarnya.

Ia juga menilai momentum ini dapat dimanfaatkan PSI untuk memperkuat struktur kepengurusan di daerah dengan mengandalkan jaringan politik para tokoh yang baru bergabung.

Di sisi lain, Fatta menilai perpindahan tokoh-tokoh tersebut tidak serta-merta menjadi ancaman serius bagi NasDem. Menurutnya, NasDem tetap akan bertahan sebagai kekuatan politik, kecuali jika figur sentral seperti Surya Paloh ikut berpindah.

Lebih jauh, Fatta menilai fenomena loncat partai ini mencerminkan wajah politik Indonesia yang minim ikatan ideologis. Ia bahkan menyebut kondisi ini sebagai indikator lemahnya partai politik secara kelembagaan.

Menariknya, Fatta justru menilai banyaknya elite yang masuk PSI dapat dibaca sebagai kegagalan kaderisasi internal partai tersebut. Ia pun meragukan daya tahan PSI dalam jangka panjang.

“Saya yakin, PSI kalaupun menjadi partai besar, tidak akan bertahan lama layaknya PDIP,” tutup Nurul Fatta.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya