Berita

Mantan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Jokowi Gunakan Rakernas PSI untuk Playing Victim

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 11:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pegiat media sosial Tifauziah Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa melontarkan kritik keras terhadap kehadiran mantan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026.

Dokter Tifa mempertanyakan keputusan Jokowi yang tetap tampil di ruang publik meski, menurut pengamatannya, sedang berada dalam kondisi kesehatan yang menurun.

“Mengapa dalam keadaan sakit, wajah ancur, body ringkih, gesture tertatih, dia masih hobi tampil?” tulis Dokter Tifa dalam unggahan di media sosialnya, Minggu, 1 Februari 2026.


Ia menyoroti aktivitas Jokowi selama Rakernas PSI, mulai dari tampil di panggung, berfoto bersama, menerima tamu, hingga menghadiri berbagai agenda.

Menurut Dokter Tifa, kehadiran Jokowi dalam acara tersebut bukan semata untuk mendukung PSI, melainkan bagian dari strategi politik yang ia sebut sebagai playing victim.

“Karena dia, menurut keyakinan saya, menjalankan strategi playing victim. Merasa jadi korban karena terus ‘dianiaya’ oleh RRT (Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma). Dihina-hina dan direndah-rendahkan padahal sedang sakit,” katanya.

Ia menilai Jokowi sengaja memaksakan diri tampil di panggung PSI untuk membangun citra sebagai figur yang tetap tegar meski dalam kondisi sakit dan disorot publik.

“Pada dasarnya, dia memaksakan diri tampil di panggung PSI bukan untuk mendukung partai, tetapi menggunakan panggung itu untuk tampil sebagai ‘si sakit yang terus disakiti’,” lanjutnya.

Dokter Tifa juga menyoroti pernyataan Jokowi yang berulang kali disampaikan dalam pidatonya dengan suara parau.

“Perhatikan kata-katanya yang diulang-ulang: ‘Saya masih sanggup, saya masih sanggup, saya masih sanggup’,” tulisnya.

Ia menafsirkan pengulangan tersebut sebagai ekspresi psikologis yang tidak sepenuhnya disadari oleh Jokowi, namun terekam jelas oleh publik. Namun, alih-alih memunculkan simpati, Dokter Tifa menilai sebagian publik justru merespons dengan komentar sinis.

Dokter Tifa bahkan menyebut kondisi sakit Jokowi telah menjadi bagian dari komoditas politik. Ia menutup kritiknya dengan pernyataan reflektif tentang ambisi kekuasaan.

“Dunia baginya seakan tak pernah cukup, dan yang membatasi tampaknya hanya mati,” demikian Dokter Tifa.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya