Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Ilustrasi RMOL Yudhistira)

Bisnis

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 14:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Mundurnya empat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman secara bersamaan dalam satu hari memicu tanda tanya besar terkait tekanan di pasar modal.

Ekonom Universitas Brawijaya Noval Adib menilai, pengunduran diri tersebut bukan peristiwa biasa, melainkan berkaitan dengan beratnya persoalan struktural yang belum juga terselesaikan, khususnya soal free float menjelang tenggat waktu mendatang.

“Saya curiga para petinggi yang mundur itu karena sadar mereka nggak bakal mampu menyelesaikan masalah free float ini sampai tenggat mei nanti. Karena mereka tahu medannya seperti apa, tekanan-tekanan yang diterima seperti apa,” kata Noval kepada RMOL pada Sabtu, 31 Januari 2026.


Menurut Noval, para pejabat yang mundur merupakan figur profesional yang telah lama berkecimpung di sektor pasar keuangan. Namun tekanan yang dihadapi membuat mereka memilih angkat kaki.

“Sebetulnya mereka yg mundur-mundur itu orang profesional, tapi lha kok mundur juga,” imbuhnya.

Ia pun mengingatkan, proses penggantian pimpinan OJK dan Dirut BEI akan menjadi ujian serius bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Ini tugas berat untuk Presien Prabowo dan Menkeu Purbaya untuk mencari pengganti mereka yang mundur itu dengan orang yang sama kompetennya atau kalau bisa lebih kompeten,” tegasnya.

Noval menegaskan, jika pengisian jabatan tersebut tidak dilakukan secara profesional dan justru sarat kepentingan, dampaknya bisa sangat buruk bagi masa depan pasar modal nasional.

“Kalau penggantinya ponakan-ponakan Prabowo yang lain sejenis Thomas Djiwandono (di BI) sudah jelas nasib pasar modal Indonesia nanti akan seperti apa,” tandasnya.

Untuk diketahui setelah Ditut BEI Iman Rachman mundur, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) Aditya Jayaantara ikut menyampaikan pengunduran dirinya.

Tak lama berseang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara ikut menyatakan pengunduran diri dari jabatannya pada Jumat 30 Januari 2026 malam.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya