Berita

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky. (Foto: YouTube Awalil Rizky)

Bisnis

IHSG Anjlok, Investor Butuh Informasi Real-Time Sektor Keuangan

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 01:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu sentimen laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) hanya bersifat sementara.

Purbaya menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat sehingga investor memiliki kepercayaan untuk menanamkan modalnya.

Menurut pengamat ekonomi Yanuar Rizky, Menteri Purbaya tidak cermat dalam memberikan informasi kepada investor mengenai kondisi real-time di Indonesia.


“Ada ketidakcermatan penyampaian informasi menurut saya terkait dengan Pak Purbaya mengatakan, ‘investor melihat di depan kurva ekonomi kita membaik’,” kata Yanuar dikutip dalam kanal YouTube Awalil Rizky, Jumat malam, 30 Januari 2026.

Ia menjelaskan selama ini Indonesia selalu menjadikan saham perbankan sebagai tolok ukur untuk menggaet investor. Padahal di satu sisi, kata Yanuar, saham perbankan kita sudah negatif. 

“Purbaya sendiri kan bilang saham perbankan (walaupun) sektor riilnya sakit, tapi dia laba terus. Laba terusnya tuh dari mana? Dari bunga SBN (Surat Berharga Negara) yang dia serap, (dan) dari transaksi SBN yang dia perdagangkan dalam operasi moneter dengan BI. bukan dari sisi net interest margin kredit, tapi lebih karena treasury-nya,” jelas dia.

Yanuar mencontohkan ketika terjadi crash di Wall Street tahun 2008, diakibatkan investor tidak mendapatkan informasi yang sesungguhnya atau real-time terkait sektor keuangan dan perbankan.

“Misalnya harga surat berharga turun itu baru pakai taksiran. Tahu-tahu begitu, ini tahu-tahu jatuh kan, artinya investor diberikan sebuah informasi yang tidak real-time, yang samar,” ungkapnya.

Masih kata Yanuar, kondisi laporan keuangan Bank BUMN saat ini juga tidak baik-baik saja akibat meningkatnya kredit macet sejak 2020.

“Nah kalau investor fundamental kan dasarnya laporan keuangan. Dari situ, maksudnya investor menganggap perekonomian Indonesia tidak baik-baik saja,” pungkasnya.
 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya