Berita

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali.(Foto: Dok Pribadi)

Politik

Rakernas PSI Momentum Evaluasi Struktur Menyeluruh

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 19:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk evaluasi struktural menyeluruh demi menghadapi verifikasi faktual 2027 dan Pemilu 2029.

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, mengingatkan seluruh kader untuk tidak terbuai dengan euforia kemenangan semu atau sekadar mengandalkan bergabungnya tokoh-tokoh besar. Ia menegaskan, kekuatan utama partai bukan pada figur di pusat, melainkan pada soliditas pengurus di tingkat akar rumput.

"Tidak ada gunanya berhimpun tokoh masuk di partai ini kalau kemudian struktur partai kita rapuh. Kekuatan kita lolos dan tidaknya partai ini ada pada saudara-saudara sekalian, pada pengurus kecamatan dan pengurus desa," tegas Ahmad Ali kepada wartawan, Jumat, 30 Januari 2026.


Dalam arahannya, Ahmad Ali juga memperkenalkan tema besar "PSI Rumah Bersama". Ia pun menyoroti pentingnya reposisi partai agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk menepis stigma negatif yang selama ini menjauhkan PSI dari segmen masyarakat tertentu.

"PSI harus kita jadikan rumah bersama untuk seluruh rakyat Indonesia. Rumah yang nyaman di mana tidak ada perbedaan suku dan agama. Kita harus membuka diri untuk mengevaluasi, supaya ke depan kita bisa menempatkan partai ini di hati masyarakat Indonesia, bukan hanya di kalangan tertentu, tapi seluruh masyarakat, termasuk umat Islam," ujarnya.

Lebih jauh, Ahmad Ali kembali menegaskan posisi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai patron politik PSI. Menurutnya, Jokowi adalah bukti hidup bahwa pemimpin di Indonesia tidak harus berasal dari keturunan elit atau keluarga kaya raya, melainkan lahir dari kerja keras dan kedekatan dengan rakyat.

"Spirit Pak Jokowi ini yang ditanamkan oleh PSI. Kami ingin anak-anak muda di pelosok NTT, Indonesia Timur, hingga Papua, jangan pernah takut bermimpi jadi pemimpin. Partai ini lahir untuk menciptakan pemimpin baru yang berintegritas tanpa memandang latar belakang," kata Ali.

Ahmad Ali juga memberikan instruksi khusus kepada kader PSI di daerah agar membangun hubungan yang tulus dengan para tokoh agama dan ulama. Karena selama ini citra Partai PSI di tengah masyarakat Islam belum sepenuhnya baik, Ia meminta kader untuk menjadikan ulama sebagai guru dan tempat belajar, bukan sekadar alat politik elektoral.

"Jangan pernah menjauhi tokoh agama. Ketika kalian lelah, datanglah ke pondok pesantren, datanglah ke sekolah agama untuk belajar meniti batin (hati). Jadikan mereka guru, tapi jangan jadikan mereka sekadar alat politik untuk memenangkan PSI," pesannya.

Adapun PSI menargetkan seluruh struktur partai hingga tingkat desa/kelurahan harus selesai terbentuk sebelum akhir tahun 2026. Rakernas PSI kali ini juga melibatkan masukan dari pihak eksternal, akademisi, dan peneliti untuk memastikan objektivitas dalam menyusun strategi pemenangan 2029.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya