Berita

Ilustrasi (Foto RMOLBanten)

Bisnis

Pemanfaatan Pangan Lokal Perkuat MBG dan Dorong Ekonomi Daerah

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin diperkuat dengan integrasi pasokan dari pangan lokal dan inisiatif strategis pemerintah, seperti Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian. 

Langkah ini tidak hanya menjamin keberlanjutan fiskal program, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah.

Dengan memanfaatkan rantai pasok dari peternakan rakyat dan komoditas lokal, MBG dapat memastikan standar gizi nasional terpenuhi sekaligus memberdayakan masyarakat lokal secara inklusif melalui sinergi kebijakan yang lebih efisien.


Hal ini sejalan dengan pendapat, Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, yang memberikan masukan terkait implementasi MBG yang sudah berjalan 1 tahun. 

“Menurut saya MBG ini suatu ide yang revolusioner, meski dalam tataran implementasi masih perlu evaluasi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026. 

Ia menambahkan bahwa program ini berpotensi mendorong ekonomi nasional, namun perlu kajian lebih lanjut untuk mengukur dampak maksimalnya.

Pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diakses, segar, dan harganya relatif stabil diyakini akan memperkuat keberlanjutan MBG. Jika implementasi di tingkat lokal dilakukan secara masif, terukur, dan tertarget, keberhasilan program dalam mencapai hasil yang diinginkan akan lebih terjamin.

Dari sisi pemenuhan gizi, dr. Agus Triwinarto, SKM., MKM, Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenkes, menekankan bahwa pemanfaatan pangan lokal dapat menjamin keberlangsungan MBG.

“Dengan peningkatan keragaman pangan lokal, serta penjaminan keamanan pangan dan makanan higienis, MBG yang diberikan akan sesuai dengan kecukupan gizi,” ujar Agus.

Kombinasi pengawasan keamanan pangan, higienitas, keragaman pangan bernutrisi, dan ketepatan sasaran diyakini dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Program MBG telah menjangkau 55,1 juta penerima setiap hari. Awalnya menyasar siswa sekolah, kini diperluas ke ibu hamil, menyusui, dan bayi di bawah dua tahun, untuk mendukung generasi emas Indonesia 2045 serta menurunkan prevalensi stunting.

Menurut Yuni Zahraini, SKM, MKM, Ketua Tim Kerja Gizi Kemenkes, “Untuk intervensi spesifik, utamanya mencegah stunting dan masalah gizi lainnya, ada tiga sasaran pokok: remaja putri, ibu hamil, dan balita. Harapannya, melalui MBG ini, intervensi gizinya akan menggantikan satu kali porsi makan yang berkualitas. Didukung MBG yang kaya protein hewani, program intervensi gizi ini bisa saling melengkapi,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya