Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkeu)

Bisnis

Purbaya: Kesalahan Fatal Dirut BEI Picu Guncangan Pasar

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 14:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai  Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Imam Rachman memiliki kesalahan fatal yang berdampak langsung pada kredibilitas pasar modal Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Purbaya merespon pengunduran diri Imam setelah trading halt selama dua hari beruntun.

Purbaya menyoroti lemahnya pengawasan pasar modal, termasuk pembiaran praktik saham gorengan serta masukan dan pertanyaan dari lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang tidak ditindaklanjuri oleh BEI.


“Karena dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal,” tegas Purbaya di Danantara Indonesia pada Jumat, 30 Januari 2026.

“Dan kalau nggak cepat dibetulin kan bisa berdampak ke yang lain. Yang nggak punya ekonomi yang nggak stabil. Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Menurutnya, pembiaran tersebut memperparah persoalan lama di pasar modal, termasuk praktik manipulasi saham gorengan yang selama ini merusak kepercayaan investor.

“Goreng-gorengan dimanipulasi itu. Kejahatan di masa lalu karena itu,” ujar Purbaya.

Ia menyebut praktik tersebut dilakukan secara sistematis dengan melibatkan pihak dalam dan luar, namun menyasar saham-saham berkapitalisasi kecil.

“Mereka ikut goreng-gorengan dengan oknum di luar. Tapi sahamnya yang digorengkan, saham yang kecil-kecil yang tidak jelas,” katanya.

Purbaya menilai,pengunduran diri Dirut BEI justru menjadi sinyal positif bagi pasar, bahwa pemerintah serius membersihkan pasar modal dari praktik-praktik yang merusak.

Ia menekankan, pembenahan tata kelola pasar modal sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat fondasi perekonomian nasional agar ke depan lebih sehat dan berkelanjutan.

“Ini sinyal bahwa masalah dihandle cepat dan serius. Investor yang paham akan melihat arah ke depan lebih baik,” pungkas Purbaya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya