Berita

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang (RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

KPK Kembali Periksa Lima Pejabat Pemkab Bekasi Terkait Kasus Suap Ijon Bupati Ade Kuswara

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 11:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam kasus dugaan suap ijon proyek.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan hari ini, Jumat 30 Januari 2026, lima saksi dipanggil untuk diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.

Kelima saksi tersebut adalah: Toni Dartoni selaku Kepala Bidang Kawasan Permukiman Pemkab Bekasi, Yudia selaku Kepala Bidang Disbudpora Pemkab Bekasi, Iman Nugraha selaku Kepala Disbudpora Pemkab Bekasi, dan Teni Intania selaku Kepala Bidang Bina Konstruksi Pemkab Bekasi, serta Agung Jatmika selaku PPK Sumber Daya Air Pemkab Bekasi


Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, bersama ayahnya, HM Kunang (Kepala Desa Sukadami), dan seorang swasta bernama Sarjan, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon proyek pada Sabtu, 20 Desember 2025. Mereka sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Kamis, 18 Desember 2025.

Kasus ini bermula setelah Ade terpilih sebagai Bupati Bekasi. Ia disebut menjalin komunikasi dengan Sarjan, penyedia paket proyek di Pemkab Bekasi, untuk meminta ijon proyek. Dalam rentang Desember 2024 hingga Desember 2025, Ade diduga rutin menerima ijon melalui ayahnya dan pihak lain, dengan total mencapai Rp9,5 miliar dalam empat kali penyerahan.

Selain itu, sepanjang 2025, Ade diduga menerima penerimaan lain dari sejumlah pihak senilai Rp4,7 miliar, sehingga total dugaan penerimaan mencapai Rp14,2 miliar.

Dari OTT, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp200 juta dari rumah Ade. Uang tersebut merupakan sisa setoran ijon keempat dari Sarjan melalui para perantara.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.309 Triliun pada Kuartal IV-2025, Naik Rp69 Triliun

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:12

Perdamaian Masih Impian

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:06

Ini Penjelasan DPR Soal Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:54

Bahlil Dorong Kemandirian Energi Lewat Revitalisasi Sumur Tua

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:50

DPR Tegaskan Tak Ada Usulan Revisi UU KPK yang Diklaim Jokowi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:43

Prabowo Yakinkan Pebisnis AS, RI Kompetitif dan Terbuka untuk Investasi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:40

Meski Sahroni Kembali, Satu Kursi Pimpinan Komisi III DPR Masih Kosong

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:32

Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi: Misi Besar Menyukseskan Haji 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:27

Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Rp649 Trilun di Forum Bisnis US-ABC

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18

Paripurna DPR Setujui Kesimpulan Komisi III soal Pemilihan Hakim Konstitusi Adies Kadir

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:16

Selengkapnya