Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS, Muhammad Kholid Foto: Dokumen PKS)

Politik

Tolak Kehadiran Israel di Board of Peace, PKS Desak Pemerintah Libatkan Palestina

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) meminta Pemerintah Indonesia untuk mendesak forum internasional agar memberikan peran sentral kepada Otoritas Palestina dalam upaya perumusan perdamaian. 

PKS juga menegaskan penolakan terhadap keterlibatan perwakilan Israel, khususnya di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dalam forum Board of Peace.

Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa Palestina merupakan pihak yang paling layak mendapat ruang utama dalam setiap inisiatif perdamaian internasional.


“Pihak yang harus diberikan panggung utama adalah Otoritas Palestina. Mereka adalah korban langsung dari genosida dan penjajahan Israel. Oleh karena itu, melibatkan Palestina dalam perumusan perdamaian merupakan keniscayaan moral dalam tatanan politik internasional,” ujar Kholid kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

Kholid mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan diplomatik yang lebih aktif, khususnya dengan menggalang kekuatan bersama negara-negara muslim strategis. Ia menyebut pentingnya sinergi Indonesia dengan negara-negara seperti Qatar, Turki, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab dalam memperjuangkan kepentingan Palestina di forum global.

“Kami mendorong Pemerintah Indonesia agar memperjuangkan keterlibatan Otoritas Palestina secara penuh, baik dalam tahap perumusan kebijakan maupun dalam keanggotaan Board of Peace,” tegasnya.

Menurut Kholid, keterlibatan Palestina merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Tanpa kehadiran pihak yang paling terdampak, forum perdamaian tersebut dinilai akan kehilangan legitimasi dan relevansi.

“Tanpa Palestina, forum ini akan sulit menciptakan perdamaian dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina, sebagaimana kegagalan berbagai inisiatif perdamaian Presiden Amerika Serikat sebelumnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kholid menilai kehadiran Israel,yang dianggap paling bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di Gaza—justru akan mencederai martabat dan kredibilitas forum tersebut.

“Keterlibatan Netanyahu dan Israel di Board of Peace justru akan merusak kredibilitas forum itu sendiri. Israel seharusnya diposisikan sebagai pihak yang dimintai pertanggungjawaban atas kehancuran dan genosida di Palestina, bukan diberikan panggung terhormat sebagai perumus perdamaian,” katanya.

Kholid menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak dapat dibangun di atas ketidakadilan, normalisasi penjajahan, dan genosida. Ia menilai dunia internasional harus bersikap tegas dan adil dengan tidak memberikan ruang kepada pelaku kejahatan kemanusiaan dalam institusi yang mengatasnamakan perdamaian.

“Israel tidak boleh diberikan panggung. Dunia seharusnya menjatuhkan sanksi terhadapnya,” pungkas Kholid.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya