Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Melandai, Saatnya Serok atau Tunggu?

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia akhirnya "istirahat" sejenak dan terkoreksi setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. 

Para investor mulai melakukan aksi ambil untung pasca lonjakan drastis, yang sempat membawa emas spot ke level 5.594,82 Dolar AS sebelum akhirnya melorot ke kisaran 5.330,20 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 29 Januari 2026 waktu setempat. 

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Februari ditutup melemah 0,3 persen ke 5.318,40 Dolar AS per ons.


Meski hari ini memerah, emas tetap mencatatkan performa luar biasa dengan kenaikan sekitar 24 persen sepanjang bulan ini, kinerja bulanan terbaik sejak era 1980-an.

Daya tarik emas sebagai aset penyelamat (safe haven) masih sangat kuat berkat beberapa faktor utama seperti ketegangan geopolitik dan ramalan bullish.

Konflik AS-Iran yang memanas membuat investor waswas dan memilih mengamankan asetnya di emas, sementara Bank investasi UBS bahkan menaikkan proyeksi harga emas ke level 6.200 Dolar AS untuk tahun ini.

Bukan cuma bank sentral, perusahaan kripto seperti Tether pun berencana mengalokasikan 10-15 persen portofolionya ke emas fisik.

"Kami melihat aksi jual yang sangat tajam setelah logam mulia mencetak rekor tertinggi baru," ujar David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Tak hanya emas, harga perak juga mengalami aksi jual dan turun ke 114,14 Dolar AS per ons setelah sempat meroket 60 persen bulan ini. 

Fenomena serupa menimpa platinum dan paladium yang harganya amblas lebih dari 3 persen. Menurut para analis, pasar logam selain emas cenderung lebih kecil sehingga harganya mudah bergerak liar karena aliran dana spekulatif.

"Logam mulia sedang menjadi pusat perhatian dan investor selalu tertarik ke instrumen yang menawarkan imbal hasil tinggi," kata Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya