Berita

Mesin bus listrik medium Higer keluaran INVI. (Foto: Dokumentasi INVI)

Nusantara

Bus Medium Listrik INVI Topang Kebutuhan Net Zero Emission

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 17:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penggunaan kendaraan listrik didukung tren global yang mengarah pada keberlanjutan (sustainability). 
 
Saat ini saja, Transjakarta sudah mengoperasikan lebih kurang 500 unit bus listrik dari berbagai merek, mulai dari VKTR, BYD, Golden Dragon, Zhongtong, Skywell, hingga Higer, yang seluruhnya bertipe bus besar dengan panjang mencapai 12 meter atau lebih. 
 
Hal itu membuat INVI sebagai bagian dari Indika Energy Group yakin untuk meluncurkan produk bus berbahan bakar listrik ke pasaran, sebagai salah satu upaya mendukung visi net zero emission. 
 

 
“INVI hadir untuk memastikan transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga feasible secara operasional dan bisnis bagi pelanggan. Kami membangun kemitraan jangka panjang yang berfokus pada reliability, sustainability, dan kesiapan ekosistem secara menyeluruh,” ungkap President Director INVI, Alif Prasetyo dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
 
Sementara itu, Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta, Daud Joseph, mengapresiasi kehadiran bus listrik medium Higer keluaran INVI ini. Sebagai operator utama dari lebih kurang 200 unit medium. Keluarnya bus listrik medium ini tentu menambah opsi kendaraan yang hingga saat ini masih belum banyak ketersediaan unit yang bisa dipilih. 
 
“Kapan kita berhasil merubah bus yang begini menjadi lebih bagus tapi tidak ada lagi mesin injeksi, adanya adalah motor dari baterai. Mudah-mudahan tahun 2026 kita sudah bisa mengoperasikan bus medium yang bertenaga listrik,” ujar Daud.
 
Menanggapi harapan itu, Direktur Operasional INVI, Yusa Oktavia, optimis Bus Medium Listrik dari Higer ini sanggup menjadi solusi cepat kebutuhan penyediaan bus medium yang hingga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. 
 
Dengan pengalaman operasional 60 unit Bus Listrik di Medan, menjadi referensi sekaligus rekomendasi penting terkait operasional Bus Medium Listrik ini ke depannya.
 
“Armada EV bus di sana (Medan) telah menghadapi kondisi ekstrem, termasuk banjir, dan tetap dapat kembali beroperasi kembali dalam waktu kurang dari 2x24 jam. Hal ini menunjukan pentingnya kesiapan teknis, respons mekanik, dan koordinasi operasional yang solid dalam kontinuitas layanan,” pungkasnya.
 

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya