Berita

Ilustrasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Pemprov DKI Jakarta. (Foto: PPID DKI Jakarta)

Nusantara

OMC Bukan Solusi Tunggal Penanggulangan Banjir Jakarta

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 01:55 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) perlu dipahami secara proporsional sebagai salah satu instrumen mitigasi bencana hidrometeorologi, bukan solusi tunggal dalam penanggulangan banjir Jakarta. 

Demikian disampaikan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris merespons berbagai pandangan dan kritik terkait keputusan Pempov DKI Jakarta memperpanjang pelaksanaan OMC di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

“Operasi Modifikasi Cuaca harus dilihat sebagai bagian dari spektrum besar penanggulangan banjir Jakarta. Kebijakan bukan solusi tunggal, melainkan instrumen tambahan yang digunakan dalam situasi tertentu," kata Fahira melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Kamis 29 Januari 2026.


Senator Jakarta ini menilai, kritik terhadap OMC merupakan hal yang wajar dan patut dihargai sebagai bagian dari kontrol publik. Kritik tersebut, menurutnya, justru penting agar setiap kebijakan berbasis teknologi tetap dievaluasi secara ilmiah, transparan, dan akuntabel. 

Namun demikian, ia mengingatkan agar diskursus publik juga melihat konteks yang lebih luas, yakni bahwa OMC tidak berdiri sendiri dan tidak dijalankan secara serampangan.

Pelaksanaan OMC dilakukan melalui koordinasi berbagai lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, dengan tujuan utama meredistribusi curah hujan agar sebagian presipitasi terjadi di wilayah perairan sebelum awan hujan mencapai daratan. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menurunkan intensitas hujan di Jakarta pada periode kritis, sehingga risiko banjir dapat ditekan

Lebih lanjut, Fahira menekankan bahwa penanggulangan banjir Jakarta tidak bisa dilepaskan dari pembangunan sistem yang komprehensif dan berkelanjutan. 

“Pengalaman banjir yang terus berulang mengajarkan kita bahwa tidak ada solusi instan," kata Fahira.

Sebagai informasi, usai meninjau pengerukan Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, Selasa 27 Januari 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa OMC di Jakarta diperpanjang lagi hingga 1 Februari 2026. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil analisis cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Presiden Prabowo Minta Fokus Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15

BMKG: Cuaca Ekstrem Efek Samping OMC adalah Kekeliruan Sains

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:58

Kasus Penjual Es Gabus di Kemayoran Disorot DPR

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:54

Berikut Tiga Kesimpulan RDPU DPR soal Kasus Hogi Minaya

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35

Disanksi Disiplin, Serda Heri Minta Maaf dan Peluk Pedagang Es Gabus

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:29

Pemuda dan Aktivis Mahasiswa Ingin Dilibatkan dalam Tim Reformasi Polri

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:20

Raja Juli Pantas Masuk Daftar List Menteri yang Harus Diganti

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Kacamata Kuda Hukum Positif

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Thomas Djiwandono Tegaskan Tidak Ada Cawe-cawe Prabowo

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:33

Lomba Menembak TSC Panglima Kopassus Cup 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:22

Selengkapnya