Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Pertamina)

Bisnis

Kuota BBM Bersubsidi Dipangkas, Ekonomi Rakyat Bisa Makin Boncos

RABU, 28 JANUARI 2026 | 20:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun 2026 yang dipangkas oleh pemerintah dianggap sebagai kebijakan yang tidak tepat waktunya. 

Hal itu disampaikan Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda saat dihubungi Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

"Pemangkasan kuota BBM Subsidi ini langkah yang tidak tepat untuk saat ini, meskipun sudah ada program penyaluran yang tepat sasaran," ujar Huda.


Ia menilai pemangkasan kuota BBM Bersubsidi potensi memunculkan dampak dan bahkan juga pelanggaran.

"Pemangkasan ini akan menyebabkan BBM subsidi akan langka, dan rawan rebutan serta penyelundupan. Bahkan ada potensi penjualan BBM bersubsidi secara ilegal," tuturnya.

Oleh karena itu, Huda memperkirakan pemangkasan BBM bersubsidi atau Pertalite akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

"Alhasil, harga yang diperoleh masyarakat bisa jadi lebih tinggi. Konsumsi masyarakat bisa terganggu lagi di tahun 2026 ini," pungkas Huda.

Pemangkasan BBM Subsidi tercatat 6,28 persen atau ditetapkan sebanyak 29,26 juta kiloliter (kl) pada 2026 ini, atau lebih tinggi dibanding kuota 2025 (year-on-year/yoy) yang mencapai 31,23 kl.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya