Berita

Ilustrasi sekolah rakyat. (Foto: Antara)

Politik

Sekolah Rakyat Permanen Harus Fokus di Wilayah Tingkat Kemiskinan Tinggi

RABU, 28 JANUARI 2026 | 16:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi seharusnya didahulukan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, hingga tahun 2025 telah berdiri 166 SR rintisan yang umumnya diselenggarakan di lingkungan instansi Kementerian Sosial seperti sentra, BP3KS, maupun bekerja sama dengan institusi lain, antara lain di gedung pemerintah daerah, balai, hingga kampus. SR terbanyak berada di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pada tahun 2026 akan dibangun Sekolah Rakyat di setiap kabupaten berupa SR permanen dengan site plan terstandarisasi, di mana tanah disediakan oleh pemerintah daerah dan pembangunan sarana oleh Kementerian Pekerjaan Umum.


Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengatakan karena pembangunan SR permanen akan dilakukan secara bertahap, Kementerian Sosial harus mengidentifikasi wilayah prioritas

"Saya usulkan agar dimulai berbasis tingkat kemiskinan wilayah. Data Susenas BPS 2025 menunjukkan wilayah Papua, NTT, Maluku, dan Aceh masuk kategori tersebut, sehingga pendirian SR di sana seharusnya didahulukan dan diperbanyak agar dapat memutus lingkaran kemiskinan antargenerasi melalui advokasi pendidikan yang berkualitas,” kata Hidayat lewat keterangan resminya, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menyebut, apabila persoalan kemiskinan dapat diatasi salah satunya melalui program SR, maka kesenjangan antarwilayah juga dapat berkurang. Dengan demikian, integrasi bangsa diharapkan semakin meningkat dan NKRI semakin kuat, terutama di tengah kembali munculnya isu separatisme.

Anggota DPR RI Fraksi PKS ini juga mengingatkan Kementerian Sosial, meskipun Sekolah Rakyat menjadi program prioritas, perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan seperti yatim piatu, disabilitas, dan lansia tidak dikurangi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya