Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo. (Foto: F-Nasdem)

Politik

KPK Harus Jaga Kepercayaan Publik dan Fokus Kasus Besar

RABU, 28 JANUARI 2026 | 15:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Catatan penting diberikan Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menekankan agar lembaga antirasuah itu bisa menjaga kepercayaan masyarakat.

“Tentu kita mau KPK hari ini makin dicintai, makin dipercaya masyarakat,” ujar Rudianto dalam Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Ketua KPK Setyo Budiyanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menambahkan, jika kepercayaan publik menurun, berarti ada hal yang perlu dikoreksi, seperti penanganan kasus yang dipandang pilih-pilih, diskriminatif, atau terkesan melindungi pihak tertentu.


Rudianto mengingatkan bahwa KPK, yang lahir pada 2002, sudah berjalan dua dekade, namun masalah korupsi di Indonesia belum sepenuhnya terselesaikan. 

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tetap menjadi perhatian Presiden Prabowo, yang menyatakan korupsi sebagai musuh negara.

Legislator Partai NasDem itu menyinggung persepsi publik terhadap operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang terkadang dianggap “kasus ecek-ecek” karena nilai barang bukti relatif kecil, misalnya di bawah Rp1 miliar. 

Menurut Rudianto, masyarakat mengharapkan KPK menindak kasus korupsi kakap yang berdampak besar bagi negara.
Selain itu, ia menyarankan agar KPK memperkuat komunikasi publik dan transparansi dalam penanganan kasus, sehingga persepsi negatif dapat diminimalkan. 

Semua catatan ini disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap KPK agar lembaga tersebut tetap menjadi pedang keadilan dalam pemberantasan korupsi.

“Kita berharap KPK terus bekerja dengan profesional, menjaga integritas, dan menjawab harapan publik,” tutup Rudianto.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya