Berita

Ilustrasi Minyakita (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Realisasi DMO Minyakita Melambat, Ekspor CPO Tertekan

RABU, 28 JANUARI 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat realisasi domestic market obligation (DMO) untuk program Minyakita mengalami perlambatan. 

Kondisi ini sejalan dengan tekanan yang tengah dihadapi ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia di pasar global.

Dalam pemaparan di Jakarta, Selasa 27 Januari 2026, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, menyampaikan bahwa realisasi DMO hingga 26 Januari 2026 baru mencapai 87.174 ton. 


Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Desember 2025 sebesar 167.131 ton dan November 2025 yang mencapai 184.076 ton.

DMO yang berasal dari produsen dalam negeri, khususnya eksportir kelapa sawit dan produk turunannya, menjadi sumber utama pasokan program minyak goreng rakyat Minyakita. Produsen yang memenuhi kewajiban DMO akan memperoleh insentif berupa hak ekspor produk turunan sawit.

“Ini menandakan adanya indikasi penurunan ekspor CPO. Karena realisasi DMO ini sangat terkait erat, sangat bergantung pada pergerakan ekspor kita,” ujar Nawandaru.

Ia menjelaskan, kinerja ekspor CPO Indonesia dipengaruhi sejumlah faktor global. Salah satunya adalah rencana kenaikan pungutan ekspor CPO yang membuat pelaku usaha bersikap lebih berhati-hati. Di sisi lain, permintaan dari negara pengimpor utama seperti India dan Pakistan juga tercatat menurun.

Tekanan ekspor turut diperberat oleh meningkatnya produksi minyak nabati dari negara lain, seperti minyak bunga matahari dan minyak kanola, yang memperketat persaingan harga di pasar internasional.

“Jadi artinya ada beberapa opsi-opsi di tingkat global yang juga salah satunya berpengaruh pada ekspor CPO kita. Kemudian juga adanya persaingan tarif ini juga memicu adanya penurunan ekspor ke luar negeri,” jelas Nawandaru.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Kemendag menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan penyaluran DMO guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk menjaga stabilitas harga Minyakita.

Kemendag juga terus berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta para produsen agar distribusi Minyakita tetap berjalan lancar, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya