Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Dewan Perdamaian Bentukan Trump Bawa Agenda Menyesatkan

RABU, 28 JANUARI 2026 | 02:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ruang publik riuh dengan perdebatan mengenai partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BOP). 
 
Presidium Forum Alumni Kampus Seluruh Indonesia (Aksi) Nurmadi H. Sumarta menyesalkan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang ikut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza (Board of Peace) di acara World Economic Forum Kamis di Davos pada Kamis 22 Januari 2026, di Davos, Swiss. 

"Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza ini hanya kamuflase dan membawa agenda yang menyesatkan. Bahkan tidak sesuai dengan mandat Dewan Keamanan PBB," kata Nurmadi melalui keterangan tertulis yang diterima RMOL di Jakarta, Selasa 27 Desember 2025.


Hal ini, kata Nurmadi, tampak dari peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai inisiator dan keberadaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tanpa melibatkan Palestina. 

"Sedangkan kekuasaan Board of Peace terpusat di ketua yang dijabat Trump tanpa batas waktu," kata Nurmadi.

Pemusatan kekuasaan di Board of Peace tertuang dalam piagam atau charter Board of Peace Pasal 3.1.(e.  Pasal itu menyatakan bahwa setiap keputusan Dewan Perdamaian memang diambil melalui mekanisme pemungutan suara, tetapi tetap harus mendapatkan persetujuan ketua. 

Pasal 4.1.(e) dalam piagam bahkan memberikan hak veto bagi Ketua Board of Peace. Kondisi ini menunjukkan bahwa kewenangan pengambilan keputusan Board of Peace sangat terpusat.

"Sehingga Board of Peace berpotensi hanya menjadi instrumen legitimasi bagi agenda dan proyek perdamaian versi Trump di Gaza, bukan sebagai forum kolektif yang setara, demokratis dan berkeadilan," kata Nurmadi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya