Berita

Executive Director Ritz Academy, Roy Sakti. (Foto: Instagram)

Politik

WNI di Kamboja Panik Diduga Imbas Penutupan Bisnis Judol

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 20:25 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Kepanikan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) mendatangi Kedutaan Besar RI (KBRI) di Phnom Penh meminta dipulangkan ke Tanah Air.

Gelombang kepanikan itu diduga berkaitan dengan penutupan besar-besaran bisnis judi online (judol) dan online scam yang selama ini menjadi “ladang kerja” ribuan pekerja migran, termasuk WNI.

Executive Director Ritz Academy, Roy Sakti mengungkap, kekacauan ini tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan dinamika konflik geopolitik di kawasan. 


“Ini adalah bagian dari negosiasi ketika perang terjadi di Kamboja dan Thailand,” kata Roy kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pasca-konflik militer Thailand–Kamboja muncul karena tekanan internasional yang dimotori China dan Amerika Serikat.

Tekanan itu berujung pada tuntutan keras terhadap pemerintah Kamboja.

“Ada negosiasi yang diprakarsai oleh China dan Amerika. Mereka mengajukan syarat bahwa Kamboja harus menutup semua bisnis judol dan online scam,” ungkap Roy.

Kamboja, kata Roy, diberi tenggat waktu hingga 22 Maret untuk menutup seluruh aktivitas tersebut. 

“Kalau ini tidak dipenuhi, maka China dan Amerika akan menyetujui Thailand menyerang Kamboja lagi,” tegasnya.

Situasi itulah yang memicu kepanikan massal. Para pekerja asing, termasuk ribuan WNI, disebut kocar-kacir kehilangan pekerjaan dan rasa aman, hingga akhirnya berbondong-bondong menggeruduk KBRI Phnom Penh untuk meminta dievakuasi ke Indonesia.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya