Berita

Surat Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) untuk Presiden Prabowo. (Foto: Dokumentasi Prodem)

Politik

Surat Diterima Istana

Prodem Tidak Ingin Presiden Prabowo Masuk Jebakan

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 16:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Surat dari Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) untuk Presiden Prabowo Subianto telah dikirim ke Istana. Surat ini berisi penguatan pandangan bahwa kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan mandat konstitusi dan bagian dari amanah reformasi.

Tidak hanya itu, Ketua Majelis Prodem, Iwan Sumule juga tegas mengingatkan bahwa wacana memindahkan posisi Polri di bawah kementerian justru bisa membawa malapetaka bagi bangsa, negara, dan marwah Presiden itu sendiri.

Sebagai pendiri Forum Kota (Forkot), salah satu kelompok pencetus gerakan reformasi 1998 dan kini pengawal ketat proses reformasi, Iwan Sumule menekankan bahwa semua sipil yang dipersenjatai harus berada langsung di bawah Presiden.


“Sipil yang dipersenjatai itu bahaya kalau berada di bawah kementerian, bisa membahayakan Presiden. Semua yang sifatnya bersenjata itu harus tetap berada di bawah komando langsung Presiden,” tegas Iwan kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
 
Aktivis 98 ini lantas berkaca pada peristiwa penculikan presiden yang terjadi di Venezuela. Menurutnya, Istana Nicolas Maduro bisa diterobos dengan mudah karena tidak adanya komando nasional, sehingga menimbulkan fragmentasi dalam sistem keamanan dan kelambanan dalam pergerakan pasukan. 

“Nggak mungkin Maduro itu bisa gampang diculik kalau nggak ada kebocoran. Kalau Polri di bawah Presiden, maka marwah komando bisa kuat. Polri juga dapat merespons dinamika stabilitas keamanan dengan lebih gesit tanpa hambatan birokrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iwan Sumule berharap surat yang dikirim Prodem bisa dijadikan rujukan oleh Presiden Prabowo dalam mengambil kebijakan. Dia tidak ingin Prabowo terjebak dalam narasi oleh pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai kelompok prodemokrasi, padahal mereka berencana mendegradasi marwah Presiden. 

“Kita harus lawan pihak-pihak yang seolah prodemokrasi tapi sebenarnya ingin menjebak Presiden. Mereka cuma ingin pretelin wibawa Presiden,” tegas Iwan Sumule. 

“Sebagai bentuk penghormatan kita pada amanah perjuangan reformasi 1998, mempertahankan posisi Polri saat ini merupakan langkah tepat bagi Presiden Prabowo dalam menjaga warisan sejarah dalam mewujudkan Kepolisian yang profesional, netral dan terbebas dari segala bentuk pengaruh politik praktis,” tutupnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya