Anggota Komite I DPD RI, Aanya Rina Casmayanti. (Foto: Istimewa)
Anggota Komite I DPD RI, Aanya Rina Casmayanti. (Foto: Istimewa)
Aanya menilai negara terlalu longgar dalam memberikan izin pengelolaan kawasan strategis yang sejatinya berfungsi sebagai kawasan konservasi dan resapan air. TWA Tangkuban Parahu, yang sejak 2009 dikelola swasta oleh PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), disebut menjadi contoh nyata lemahnya kontrol negara.
“Ini bukan sekadar objek wisata. Ini kawasan rawan bencana dan daerah resapan air. Kalau pengawasannya serampangan, dampaknya langsung dirasakan masyarakat Cekungan Bandung,” kata Aanya.
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06
UPDATE
Senin, 26 Januari 2026 | 17:59
Senin, 26 Januari 2026 | 17:49
Senin, 26 Januari 2026 | 17:46
Senin, 26 Januari 2026 | 17:31
Senin, 26 Januari 2026 | 17:26
Senin, 26 Januari 2026 | 17:13
Senin, 26 Januari 2026 | 16:58
Senin, 26 Januari 2026 | 16:53
Senin, 26 Januari 2026 | 16:51
Senin, 26 Januari 2026 | 16:42