Berita

Presiden Donald Trump memegang piagam pendirian Board of Peace yang ditandatangani hari Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss. (Foto: Fabrice Coffrini/AFP-Getty Image)

Dunia

ICWA Dorong RI Buka Opsi Tarik Diri dari Board of Peace Bentukan Trump

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 20:30 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Indonesian Council on World Affairs (ICWA) menilai Indonesia perlu mempertimbangkan kembali keanggotaannya di dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ICWA  memandang pembentukan BoP telah menjadi kontroversi di tingkat internasional dan memicu polemik di dalam negeri.

"Pemerintah perlu tetap membuka opsi proses konsultasi dengan semua pihak terkait di dalam negeri untuk mengantisipasi langkah-langkah corrective yang diperlukan termasuk kemungkinan menarik diri dari keanggotaan BoP sekiranya tidak memenuhi aspirasi perjuangan rakyat Palestina," kata Ketua Dewan Eksekutif ICWA T.M. Hamzah Thayeb dalam keterangannya, Senin, 26 Januari 2026.

Dia menyatakan BoP bentukan Presiden Trump tidak merepresentasikan keterwakilan secara luas pihak-pihak yang berkepentingan secara langsung khususnya bangsa Palestina serta tidak lagi merefleksikan resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2083. Hamzah juga menekankan perdamaian Palestina tidak boleh lahir dari dominasi pihak tertentu saja tetapi melalui proses dialog dan kebersamaan.


"Perlu langkah-langkan kolektif dari semua negara untuk tetap menjadikan PBB sebagai satu-satunya forum multilateral yang legitimate bagi kemerdekaan, keamanan, kepentingan dan kedaulatan negara Palestina," tegasnya.

Lebih lanjut Hamzah menyatakan ICWA siap berkontribusi secara substantif sesuai dengan aspirasi bangsa Indonesia, yakni mendukung penuh kemerdekaan Palestina, menolak agresi militer Israel, serta mendorong penyelesaian masalah Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

ICWA merupakan organisasi kemasyarakatan nirlaba yang bersifat terbuka dan independen, berkedudukan di Indonesia. Organisasi ini menjadi wadah aspirasi para pakar, akademisi, dan politisi yang memiliki perhatian terhadap isu hubungan luar negeri dan internasional.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya