Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Langkah Indonesia bergabung dalam Board of Peace Gaza atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk atas inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump diapresiasi Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh.
Bergabungnya Indonesia dalam inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut dinilai sebagai wujud keseriusan RI dalam mendorong stabilitas di Gaza serta mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).
"Langkah strategis ini patut diapresiasi sebagai upaya konkret mewujudkan perdamaian. Namun, jangan sampai bergabungnya Indonesia di Dewan Perdamaian tersebut hanya dijadikan legitimasi oleh Presiden Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk mengakuisisi wilayah Gaza tanpa melibatkan otoritas Palestina," ujar Oleh Soleh di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Oleh menjelaskan saat ini banyak spekulasi mengenai Dewan Perdamaian bentukan Presiden Trump ini. Mulai dari forum tersebut hanya menjadi alat legimasi untuk mencaplok Gaza, forum untuk menyaingi PBB, hingga forum untuk mendukung langkah-langkah Presiden Trump dalam diplomasi internasional.
"Kami perlu penjelasan dari pemerintah mengenai mekanisme pengambilan keputusan di dewan tersebut serta bagaimana posisi kesetaraan antaranggota. Apakah benar dewan ini menjamin kemerdekaan Palestina, atau justru menjadi instrumen untuk menyaingi PBB dan melegitimasi aksi sepihak Israel?" tegas legislator PKB tersebut.
Oleh berharap pemerintah bisa menjelaskan bagaimana posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian tersebut. Selain itu perlu juga dijelaskan peta jalan (road map) dari Dewan Perdamaian tersebut untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Palestina.
“Termasuk metode dan timeline untuk memastikan konsep dua negara yang menjamin kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Legislator asal Jabar ini kejelasan posisi Indonesia sangat penting guna menepis isu liar yang ada. Dia pun berencana meminta penjelasan langsung dari Menteri Luar Negeri Sugiono dalam rapat kerja Komisi I mendatang.
“Penjelasan resmi dari Menlu Sugiono diharapkan dapat menjamin bahwa partisipasi Indonesia tetap berada pada jalur amanah konstitusi untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia,” pungkasnya.
PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara
Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42
Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut
Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30
KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01
Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata
Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24
Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14
KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47
Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf
Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20
KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai
Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10
DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang
Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05
Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53
Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52
Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49
Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44
Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37
Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27
Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26
Selengkapnya