Berita

Persiapan operasi modifikasi cuaca (OMC) oleh Petugas BPBD DKI. (Foto: BPBD)

Nusantara

BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca Langkah Mitigasi, Bukan Solusi Banjir

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) bukan merupakan solusi untuk mengatasi banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), melainkan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem.

Penegasan tersebut disampaikan Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, dalam wawancara khusus bersama RMOL, pada Minggu malam, 25 Januari 2026,. 

“OMC hadir sebagai langkah mitigasi preventif, bukan solusi instan untuk menghilangkan hujan,” kata Tri.


Tri menjelaskan, pada prinsipnya OMC tidak bertujuan menghilangkan hujan, melainkan mengatur intensitas curah hujan dengan cara menjatuhkan awan-awan potensial di luar kawasan permukiman.

“Misalnya di wilayah laut sebelum awan masuk ke daratan Jabodetabek. OMC juga bertujuan menekan frekuensi hujan lebat hingga ekstrem, sehingga sistem drainase perkotaan memiliki waktu untuk mengalirkan air dan beban puncak pada sungai-sungai utama tidak terjadi secara bersamaan,” jelasnya.

Selain itu, OMC juga menjadi bagian dari manajemen risiko bencana, khususnya untuk mengurangi dampak hujan lebat yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan pengalaman pelaksanaan OMC di sejumlah wilayah, Tri menyebut bahwa metode ini rata-rata mampu mengurangi intensitas curah hujan hingga 30–50 persen.

“Dengan berkurangnya intensitas hujan, maka secara langsung juga mengurangi tingkat ekstremitas hujan,” ujarnya.

Sebagai gambaran, Tri menjelaskan bahwa hujan yang sebelumnya diprediksi berintensitas lebat hingga sangat lebat, bahkan ekstrem, pada kenyataannya hanya terjadi dalam kategori hujan sedang hingga lebat.

“Ini menunjukkan bahwa OMC efektif sebagai langkah mitigasi untuk menekan risiko, meski bukan solusi tunggal atas persoalan banjir,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya