Berita

Rusdi Masse Mappasessu (Foto: Net)

Politik

Rusdi Masse Mundur dari Nasdem dan DPR, Pengamat Bongkar Peran Jokowi

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 09:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mundurnya Rusdi Masse Mappasessu dari Partai Nasdem dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI menuai spekulasi politik. Pasalnya, Rusdi Masse diisukan bakal merapat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Pengamat Politik, Arifki Chaniago menilai perpindahan Rusdi Masse bukan sekadar fenomena migrasi biasa, tetapi juga cerminan dari pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Sebab, perindahan kader potensial Nasdem ke PSI tentu sulit dilakukan oleh partai kecil tanpa dukungan figur mantan presiden.

“Ini seperti jalan pintas yang sah secara politik. Partai kecil biasanya harus berjuang lama untuk mendapatkan pengakuan, tetapi ketika langsung ditopang mantan presiden, posisi tawarnya otomatis naik. Itu pilihan yang realistis, bukan spekulatif,” kata Arifki kepada wartawan, Senin, 26 Januari 2026.


Menurut Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia ini, ada alasan mendasar mengapa PSI mulai dilirik kader-kader dari partai besar dan mapan seperti Nasdem. Fenomena itu, kata dia, tidak semata berkaitan dengan ideologi atau agenda regenerasi, melainkan dengan kalkulasi rasional elite dalam membaca arah kekuasaan ke depan.

“Banyak kader tidak sedang pindah rumah, tetapi pindah kendaraan. Mereka melihat PSI sebagai jalur alternatif yang dinilai memiliki mesin politik dan pengemudi yang jelas,” ujarnya.

Arifki mengingatkan bahwa dalam sejarah politik Indonesia, figur mantan presiden hampir selalu berfungsi sebagai jangkar elektoral partai. PDIP bertumpu pada figur Megawati Soekarnoputri, Partai Demokrat tumbuh dalam bayang-bayang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak pernah sepenuhnya lepas dari warisan Abdurrahman Wahid, meskipun cukup lama dipimpin Muhaimin Iskandar.

“Figur seperti Jokowi tidak bisa direplikasi. Karena itu, strategi membangun politik alternatif melalui partai kecil dengan dukungan mantan presiden menjadi sesuatu yang sulit ditiru partai lain,” kata Arifki.

Ia menilai, apabila Jokowi benar-benar mengambil peran strategis penuh di PSI, misalnya sebagai dewan pembina, maka ukuran keberhasilan partai tersebut tidak cukup hanya lolos ke parlemen. PSI, menurutnya, dituntut untuk naik kelas menjadi partai papan menengah dalam satu siklus pemilu agar politik alternatif yang dibangun memiliki daya saing nyata.

“Kalau hanya lolos parlemen, itu seperti membuka bandara tetapi tidak punya rute strategis. Politik alternatif membutuhkan kapasitas kekuasaan, bukan sekadar eksistensi simbolik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, membenarkan bahwa Wakil Ketua Komisi III DPR, Rusdi Masse Mappasessu, telah resmi mengundurkan diri dari Partai Nasdem terhitung sejak awal Januari 2026.

"Benar, surat sudah di DPP," ungkap Sahroni kepada wartawan, Minggu, 25 Januari 2026.

Menurut Sahroni, pengunduran diri Rusdi Masse juga berarti ia secara otomatis mundur dari jabatannya di DPR. 

Namun, informasi lebih lanjut mengenai pengunduran diri Rusdi dari Nasdem akan diumumkan oleh DPP di kemudian hari.

"Mekanisme itu DPP yang punya keputusan," ujarnya.

Sahroni juga merespons perihal isu yang beredar bahwa Rusdi Masse akan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Dugaaan saya demikian," tukasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya