Berita

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Politik

Sabrang Sudah Bantu Pemerintah Sejak Era Jokowi

MINGGU, 25 JANUARI 2026 | 08:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Musisi sekaligus intelektual publik Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto menanggapi komentar miring yang meragukan kompetensinya sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).

"Saya secara fungsional (membantu pemerintahan) sudah lama. Dari jaman Jokowi, secara fungsional itu artinya TA, hanya masih ngasih input soal sosial media," ujar Sabrang dalam wawancara podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.

Kontribusi Sabrang berlanjut di era Presiden Prabowo Subianto, di mana ia baru saja dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya DPN pada 15 Januari 2026 oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk bidang analisis geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi.


Sabrang mengakui, mulanya ia membantu salah satu bagian TNI membangun AI untuk perekrutan personel pada 2024. AI tersebut, katanya, digunakan untuk menganalisis kecocokan kandidat secara efektif.

Dari situ, Sabrang kemudian berdiskusi dengan TNI soal bahaya AI yang berlanjut menjadi membantu dalam proyek membuat drone.

"Saya bikin AI untuk perekrutan personel TNI, setelah itu kemudian ada pembuatan drone yang butuh AI, dan seterusnya hingga terus lama-lama saya jadi tenaga ahli," ungkapnya.

Sabrang menekankan bahwa keputusannya bukan soal keinginan pribadi, melainkan manfaat bagi negara. Ia meminta kesempatan untuk membuktikan diri bahwa dirinya bisa berguna di posisi tersebut.

"Jangan ngomong tujuannya saya, saya bisa melakukan apapun tapi gini, salah satu tujuan terbesar adalah membuat negara Indonesia bertahan selama-lamanya," tegasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya