Berita

Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan. (Tangkapan Layar TVR Parlemen)

Politik

Komisi XI Desak BI Cari Terobosan untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 12:07 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan, menilai pemaparan visi dan misi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, belum menjawab persoalan stagnasi pertumbuhan ekonomi nasional yang selama lebih dari satu dekade hanya berada di kisaran 5 persen.

Penilaian itu disampaikan Marwan dalam rapat uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI di kompleks parlemen, Senayan, Jumat 23 Januati 2026. 

Marwan menuturkan, dari paparan Solikin, ia tidak menangkap arah kebijakan baru atau terobosan konkret yang mampu mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.


"Saya tidak menemukan ruh dari apa sebenarnya yang ingin Pak Solikin lakukan," ujarnya.

Ia mengakui kinerja Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makro relatif baik, mulai dari inflasi, sistem pembayaran, hingga stabilitas sistem keuangan. Namun, menurutnya, persoalan utama justru terletak pada pertumbuhan ekonomi yang stagnan.

"Yang menjadi kerisihan kita adalah kenapa ekonomi kita 12 tahun ini enggak tumbuh-tumbuh, gitu loh. Kisarannya kan pada angka 5 persen saja," tambah Marwan.

Marwan juga mempertanyakan efektivitas instrumen moneter Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke level lebih tinggi, sejalan dengan target pemerintah. Ia menyinggung harapan Presiden terpilih Prabowo Subianto agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen, atau setidaknya 6-7 persen, sebagai upaya keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Menurut Marwan, sejumlah konsep yang disampaikan Solikin tidaklah baru dan kemungkinan telah lama dibahas di internal Bank Indonesia.

Menanggapi kritik tersebut, Solikin M. Juhro menegaskan bahwa kebijakan Bank Indonesia selama ini dijalankan sesuai mandat undang-undang, dengan berbagai inovasi yang menurutnya bersifat out of the box.

"Kebijakan Bank Indonesia selama ini ditetapkan sesuai mandat di dalam undang-undang Bapak, dan beberapa itu sudah dilakukan inovasi-inovasi yang menurut kami out of the box, Bapak," kata Solikin.

Ia menambahkan, Bank Indonesia saat ini juga memikirkan strategi hilirisasi dengan fokus pada peningkatan intensitas kebijakan yang telah ada. Menurut Solikin, tantangan ke depan adalah keberanian menentukan skala dan kecepatan pelaksanaan kebijakan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya