Berita

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar. (Foto: Dokumentasi Humas UGM)

Publika

Main Aman Zainal Arifin Mochtar

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 20:06 WIB

MENONTON ulang podcast Akbar Faizal Uncensored bersama Zainal Arifin Mochtar seperti ada kontradiksi juga. 

Bagian awal dan akhir seperti jomplang. Begitu mengerikan di awal, tapi di akhir seperti tak ada apa-apanya. Keras di awal, tapi lembek di akhir.

Sebagai pemeran utama film "Dirty Vote", Zainal Arifin Mochtar terlihat tajam. Tak ada ampun. Indonesia sedang dalam masalah besar. Hampir tak ada lagi harapan. Rusak serusak-rusaknya. Bukan lagi celah, atau lubang-lubang kecil, melainkan lubang besar.


Dalam podcast Akbar Faizal Uncensored diceritakan juga seperti itu. Beberapa kali Akbar Faizal menarik nafas seperti tak tahan dengan narasi Uceng, panggilan akrab Zainal Arifin Mochtar. Tajam, kritis, mengerikan. Tapi giliran poin ijazah Jokowi, baru terlihat linglung.

Uceng memilih tak fokus kasus ijazah Jokowi. Biarlah, itu menjadi fokus yang lain. Izinkan ia fokus pada isu yang lain. 

Banyak isu, bahkan ribuan isu, setiap hari. Katanya. Padahal, ia dosen UGM. UGM rumahnya. Ia mestinya lebih tahu. Janganlah, bak semut di seberang lautan tampak, tapi gajah di pelupuk mata tak tampak.

Uceng mengaku tak tahu apa-apa, karena bukan pejabat UGM. Tapi ia mengutip seseorang yang tak disebutkan namanya. Kira-kira seangkatan dengan Jokowi. 

Orang itu mengaku tahu Jokowi tamat dan diwisuda di UGM. Orang itu bukan orangnya Jokowi. Pendukung Capres lain, yang tak menang pada Pilpres lalu.

Pengakuan Uceng ini sebetulnya secara sadar maupun tidak, mengonfirmasi bahwa orang kampus itu tidak netral saat Pilpres lalu, termasuk dirinya sendiri. 

Orang yang diceritakan Uceng itu memastikan bahwa Jokowi tamat, tapi ijazahnya yang dipakai untuk mendaftarkan kontestasi ia juga tak tahu apakah itu asli atau palsu.

Bisa saja hilang dan lain sebagainya, kata Uceng, membuat spekulatisi sendiri. Artinya, ia satu sisi ingin membela UGM, tapi secara tak sadar juga membela Jokowi bahwa Jokowi tamat dari UGM. 

Tapi hebatnya, sebelumnya, ia sudah mengalas tak tahu apa-apa, dan ingin fokus pada isu lain yang dianggap begitu banyak.

Sudah mengaku tak tahu apa-apa, ingin fokus pada isu yang lain, tapi memberikan informasi bahwa Jokowi tamat dari UGM dan mengelak pula apakah ijazahnya yang dipakai untuk kontestasi asli atau palsu. 

Kalau skripsi tanpa tanda tangan pembimbing dan penguji itu banyak, kalau mau dicari. Pengakuan ini juga aneh dan merendahkan UGM sendiri yang administrasinya lemah. 

Intinya, pengakuan Zainal Arifin Mochtar di hadapan Akbar Faizal sungguh membingungkan sebagai orang dalam UGM sendiri. 

Main aman dan seperti Dosen Fakultas Teknik, Bagas Pujilaksono Widyakanigara, yang berani tampil sebagai saksi di persidangan Citizen Lawasuit, memberi keterangan apa adanya, yang memang memberatkan keberadaan ijazah Jokowi itu.

Sebagai pemeran utama film "Dirty Vote" yang menggambarkan negara ini bobrok, tapi pengakuannya tentang ijazah Jokowi, di mana ia mengabdi justru jauh panggang dari api. 

Membela UGM, membela Jokowi, dan main aman. Tak tampak keberaniannya sebagai aktor "Dirty Vote". Mungkin lebih baik tak berkomentar daripada berkomentar, tapi poinnya mengambang.

Ini seperti pameo mahasiswa tak takut kepada Presiden, tapi takut terhadap dosen. Dosen ternyata tak terhadap terhadap Rektor. Semoga tak ada lagi film "Dirty Vote ke-3", kalau begitu caranya.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya