Berita

Ilustrasi (RMOL/Alifia)

Bisnis

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Memasuki sesi perdagangan sore, peta kekuatan saham Grup Bakrie menunjukkan divergensi yang menarik. Meski berada di bawah payung grup yang sama, ketiga saham unggulan ini merespons pasar dengan cara berbeda.

1. BNBR (Sang Induk): Volatilitas Tinggi

Dibandingkan dua anak usahanya, BNBR hari ini menjadi yang paling fluktuatif. Dengan rentang harga Rp208 - Rp230, BNBR sedang menguji nyali para trader. Secara teknikal, saham ini sedang berada dalam fase "tarik tambang" pasca reli besar.


Prospek: Jika penutupan sore nanti BNBR mampu bertahan di atas Rp210, ada harapan untuk konsolidasi sehat. Namun, secara fundamental (EPS minus), pergerakannya murni didorong oleh sentimen aksi korporasi rights issue.


2. BRMS (Bumi Resources Minerals): Favorit Investor Asing

Berbeda dengan BNBR, BRMS tampil lebih stabil dengan dukungan aset nyata berupa tambang emas dan tembaga. Berada di kisaran Rp1.240 - Rp1.265, saham ini memiliki fondasi yang lebih kuat karena didorong oleh sentimen harga komoditas global.

Prospek: BRMS cenderung lebih "aman" untuk investasi jangka menengah. Investor asing seringkali melakukan akumulasi di saham ini saat terjadi koreksi tipis seperti siang ini. Level penutupan di atas Rp1.250 akan menjadi sinyal bullish yang kuat untuk besok.


3. BUMI (Bumi Resources): Raja Volume

BUMI tetap menjadi "raja jalanan" dengan volume transaksi yang selalu masif. Berada di level Rp386, BUMI bertindak sebagai indikator psikologis Grup Bakrie. Pergerakannya lebih tenang dibanding BNBR, namun lebih berat untuk naik tinggi karena jumlah saham beredar yang sangat banyak.

Prospek:BUMI sangat bergantung pada harga batu bara dan efisiensi utang. Jika sore ini BUMI mampu ditutup mendekati Rp390-Rp400, maka sentimen positif akan menjalar ke saham Bakrie lainnya.

Untuk penutupan sore ini, diperkirakan yang paling prospektif adalah BNBR, karena volatilitasnya memungkinkan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun risiko jatuhnya juga sama besarnya.

Namun, yang paling aman (Defensif) adalah BRMS karena secara fundamental memiliki underlying asset (emas) yang sedang naik daun dan rasio keuangan yang lebih sehat dibanding BNBR.

Sementara indikator pasar saat ini adalah memantau pergerakan BUMI. Jika BUMI tiba-tiba melesat di akhir sesi (fase pre-closing), biasanya saham Bakrie lainnya akan ikut terseret naik.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya