Berita

Konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu, 21 Januari 2026. (Foto: Tangkapan layar RMOL dari acara zoom BI)

Bisnis

Perry Warjiyo Beberkan Jurus BI Jaga Rupiah Agar Tak Ambruk ke Rp17.000

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) siap melakukan intervensi besar-besaran di pasar keuangan, baik di luar negeri maupun domestik untuk menjaga pergerakan Rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo. Ia  menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak terus melemah hingga menembus level Rp17.000 per Dolar AS. 

Perry menjelaskan, intervensi akan dilakukan secara komprehensif melalui sejumlah instrumen, mulai dari pasar non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga intervensi langsung di pasar spot dalam negeri.


“Kami tegaskan BI tidak segan-segan kami melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik di intervensi non deliverable forward, maupun di dalam negeri non deliverable forward di pasar luar negeri maupun di dalam negeri spot dan DNDF,” kata Perry dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara virtual pada Rabu. 21 Januari 2026.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan stabilisasi yang terus diperkuat seiring meningkatnya dinamika dan ketidakpastian pasar keuangan global.

Selain intervensi pasar, Perry menyebut penguatan Rupiah juga akan ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid. 

“Kami akan jaga stabilitas nilai tukar rupiah dan akan membawanya untuk menguat didukung oleh kondisi fundamental ekonomi kita yang baik termasuk imbal hasil yang menarik, inflasi yang merendah, demikian juga prospek ekonomi yang membaik,” tegasnya.

Dari sisi ketahanan eksternal, BI menilai posisi cadangan devisa Indonesia berada pada level yang sangat memadai. Perry menegaskan cadangan devisa tersebut lebih dari cukup untuk mendukung langkah stabilisasi nilai tukar.

“Cadangan devisa kami cukup besar dan lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah,” ujarnya.

Adapun posisi cadangan devisa per akhir Desember 2025 tercatat sebesar 156,5 miliar Dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Untuk itu, dengan kombinasi intervensi aktif, dukungan cadangan devisa yang kuat, serta fundamental ekonomi yang terjaga, BI, kata Perry yakin pergerakan rupiah ke depan akan semakin stabil dan kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar dan kondisi ekonomi domestik.

“Kami meyakini Rupiah akan stabil dan bahkan akan cenderung menguat,” katanya.

Lebih lanjut, Perry menyampaikan kebijakan nilai tukar BI terus diperkuat untuk meredam dampak peningkatan ketidakpastian global. Ia mencatat, nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 berada di level Rp16.945 per Dolar AS, melemah 1,53 persen secara point to point dibandingkan posisi akhir Desember 2025.

Menurutnya, pelemahan tersebut dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valuta asing oleh perbankan dan korporasi domestik turut memberikan tekanan terhadap Rupiah.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya