Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP)

Dunia

Trump Menolak Hadiri Pertemuan Darurat G7 di Paris

RABU, 21 JANUARI 2026 | 14:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan menghadiri rencana pertemuan darurat negara-negara Kelompok Tujuh (G7) yang diusulkan digelar di Paris, Prancis. 

Penolakan tersebut didasarkan pada keraguan Trump terhadap masa depan politik Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Ketika ditanya wartawan apakah ia tetap akan datang ke Paris untuk pertemuan darurat G7, Trump menjawab tegas.


“Tidak, saya tidak akan melakukan itu,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dikutip dari Anadolu News, Rabu, 21 Januari 2026. 

Trump kemudian secara terbuka menyinggung posisi politik Macron yang menurutnya tidak akan bertahan lama.

“Karena, Anda tahu, Emmanuel tidak akan berada di sana terlalu lama. Tidak ada keberlanjutan di sana. Dia teman saya, orang yang baik, saya menyukai Macron, tetapi dia tidak akan berada di posisinya lebih lama lagi,” kata Trump.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengunggah tangkapan layar pesan pribadi dari Macron melalui platform Truth Social miliknya. 

Dalam pesan tersebut, Macron menawarkan untuk menggelar pertemuan di Paris pada Kamis sore, setelah rangkaian World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Dalam pesan yang dibagikan Trump, Macron menyebut kemungkinan menghadirkan sejumlah pihak internasional dalam pertemuan tersebut.

"Saya bisa mengundang pihak Ukraina, Denmark, Suriah, dan Rusia di sela-sela pertemuan. Mari kita makan malam bersama di Paris pada Kamis sebelum Anda kembali ke Amerika Serikat,” demikian bunyi pesan Macron sebagaimana diunggah Trump.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Élysée terkait pernyataan Trump yang meragukan keberlanjutan kepemimpinan Macron, maupun kepastian kelanjutan rencana pertemuan darurat G7 tersebut.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya