Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 21:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan Komisi II DPR menegaskan bahwa pembahasan revisi UU Pemilu dilakukan secara normatif sesuai dengan penugasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima usai rapat bersama para akademisi dalam rangka menjaring masukan awal terkait revisi UU Pemilu, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 20 Januari 2026.

“Kita normatif dulu. Karena Prolegnas kemarin kan memang memasukkannya UU Pemilu. Ini sebelum ada polemik loh ya,” ujar Aria Bima.


Legislator PDIP itu menjelaskan, Komisi II DPR sebenarnya ingin segera membahas revisi UU Pemilu. Namun, alih-alih mengubah Prolegnas, DPR saat ini memilih menjaring terlebih dahulu pandangan dan wawasan dari kalangan akademisi.

“Daripada mengubah Prolegnas segala macam, ya saat ini kita jaring dulu informasi wawasan,” jelasnya.

Meski demikian, Aria menegaskan bahwa Komisi II DPR belum bisa secara langsung membahas UU Pilkada karena belum masuk dalam penugasan Prolegnas 2026.

“Kita tidak bisa langsung memasukkan pembahasan UU Pilkada karena itu tidak masuk bagian daripada rezim UU Pemilu di dalam konteks Prolegnas kita,” tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya