Berita

Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Hurriyah. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Puskapol UI:

Pengawasan Demokrasi di Indonesia Masih Musiman

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 16:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengawasan demokrasi di Indonesia masih bersifat musiman. Pengawasan hanya menguat saat tahapan kampanye dan pemungutan suara, namun melemah drastis setelah Pemilu selesai.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Hurriyah, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPR yang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa 20 Januari 2026.

“Esensi demokrasi adalah pengawasan terus-menerus atas praktik kekuasaan, termasuk memantau realisasi janji, memantau bagaimana proses legislasi dilakukan," kata Hurriyah.


Ia mengingatkan, tanpa pengawasan berkelanjutan, demokrasi akan jatuh hanya pada tataran prosedural. Menurutnya, selama ini negara cenderung sibuk mengganti desain sistem Pemilu tanpa menyentuh akar persoalan demokrasi itu sendiri.

“Kita hanya memilah desain sistem Pemilu mana yang enak. Oh ini ketika kemudian kita merasa ini gagal atau sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan kita, lalu kita ganti," kata Hurriyah.

Dalam praktik Pemilu dengan sistem proporsional terbuka, Hurriyah pun menyoroti munculnya fenomena otoritarian nostalgia, yakni kerinduan terhadap masa otoriter yang dimitoskan sebagai periode stabil, makmur, dan tertib.

Ia merujuk pada penelitian Kimura dan kawan-kawan tahun 2024 yang menggunakan data survei opini publik Populi Center. Hasilnya menunjukkan, nostalgia terhadap Orde Baru masih nyata di Indonesia, terutama terkait persepsi positif di bidang ekonomi.

“Kelompok masyarakat yang paling kuat memberikan dukungan terhadap otoritarian nostalgia ini adalah generasi yang hidup di masa itu," kata Hurriyah.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya