Berita

Kolase ijazah Bambang Budy Harto dan Joko Widodo. (Foto: Akun X Tifauzia Tyassuma)

Publika

Menunggu Video Monolog Rektor UGM terkait Dua Ijazah Beda Jauh

SENIN, 19 JANUARI 2026 | 20:48 WIB

BIASANYA kalau ada perkembangan terbaru, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia, tampil dengan video monolog meyakinkan kembali keaslian ijazah Joko Widodo (Jokowi). 

Bahwa Jokowi benar alumni UGM, masuk tahun 1980 dan tamat tahun 1985, terkait ijazah alumni sepenuhnya jadi tanggung jawab alumni itu sendiri, bukan lagi jadi tanggung jawab UGM.

Memang setelah dua periode jadi presiden, satu periode jadi gubernur, dan dua periode jadi walikota, mustahil UGM menyatakan Jokowi bukan alumni dan ijazahnya palsu. 


Itu bisa gempar segempar-gemparnya. Itu bukan umpama menarik rambut dalam tepung, tapi tepungnya ditumpahkan hanya untuk mengambil sehelai rambut.

Bahkan Mahfud MD pun pernah mengaku menyarankan UGM seperti itu. Semuanya benar, tapi terkait ijazahnya apakah benar atau tidak, itu bukan lagi jadi tanggung jawab UGM. 

Terbaru, Zainal Arifin Mochtar, di hadapan Akbar Faizal, juga mengatakan seperti itu. Kalau Jokowi benar alumni UGM, tapi fisik ijazahnya dia juga tak tahu. 

Ada semacam kontradiksi antara prosesnya diakui, tapi hasil fisiknya tidak. Proses kuliah Jokowi diakui, tapi fisik ijazahnya tidak. Tapi itu sudah cukup jadi alasan mentersangkakan Roy Suryo cs. 

Mantan hakim Binsar Gultom tegas mengatakan ijazah Jokowi tak perlu lagi diuji, karena otoritas yang menerbitkannya, yakni UGM, sudah mengakui. Mestinya UGM digugat bukan Jokowi.

Saat ini beredar dua ijazah Fakultas Kehutanan UGM pada tahun yang sama, yakni 1985. 

Satu atas nama Joko Widodo, masih fotokopi legalisir dari KPU dan pernah diposting berwarna oleh Dian Sandi, kader PSI, dan diperlihatkan penyidik pada tersangka dan kuasa hukumnya. Ijazah atas nama Joko Widodo itu sama.

Dua atas nama Bambang Budy Harto. Ijazah ini dibuka oleh adiknya, Rujito, di persidangan CLS di Pengadilan Solo kemarin. Tahun  ijazah itu sama dengan ijazah Jokowi 1985. Tapi bentuk fisik ijazah itu sendiri berbeda jauh. Warna kertas dan meterainya. 

Cukup beralasan Roy Suryo cs yang punya kapasitas ilmu untuk menilai masih yakin dengan hasil penelitiannya bahwa ijazah Jokowi 99,9 persen palsu.

Pihak UGM yang menerbitkan dua ijazah pada tahun yang sama itu, tentu punya penjelasan khusus tentang itu. 

Sudah seharusnya Rektor UGM Ova Emilia kembali membuat video monolog menjelaskan beredarnya dua ijazah pada fakultas dan tahun yang sama itu. Mungkin Rektor UGM punya jawaban khusus seperti menjawab bahwa foto ijazah memakai kaca mata bisa-bisa saja.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya