Berita

Utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev (Foto: Reuters)

Global

Utusan Putin Ejek Eropa Soal Tarif Trump: Jangan Provokasi Ayah!

MINGGU, 18 JANUARI 2026 | 12:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, melontarkan sindiran keras kepada negara-negara Eropa menyusul rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif baru terhadap delapan anggota NATO. 

Melalui unggahan di platform media sosial X, Dmitriev yang juga menjabat sebagai Kepala Russian Direct Investment Fund (RDIF) memperingatkan agar tidak berbuat macam-macam dengan Trump. 

"Jangan memprovokasi Ayah! Tarik kembali 13 tentara yang dikirim ke Greenland," tulisnya, seperti dikutip dari Anadolu News, Minggu, 18 Januari 2026. 


Sindiran itu muncul setelah Trump mengumumkan tarif impor sebagai respons atas keterlibatan militer Eropa di Greenland.

“Trump menampar tarif 10 persen kepada Inggris, Denmark, Prancis, Jerman, Finlandia, Belanda, dan Norwegia atas ‘permainan berbahaya’ mereka mengirimkan militer ke Greenland,” tulis Dmitriev. 

Ia menambahkan, kebijakan tersebut setara dengan sekitar 1 persen untuk setiap tentara yang dikirim ke Greenland.

Dmitriev sebelumnya juga menyinggung pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang pernah menyebut Trump sebagai “daddy,” yang kemudian dijadikan bahan ejekan dalam komentarnya terhadap sikap Eropa.

Sementara itu, Trump menyatakan AS akan memberlakukan tarif baru atas barang-barang impor dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari 2026. Tarif awal sebesar 10 persen itu disebut akan meningkat menjadi 25 persen pada Juni mendatang.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia akan dikenakan tarif dengan alasan keamanan nasional yang dikaitkan dengan posisi strategis Greenland.

Trump menegaskan kebijakan tersebut akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan terkait pengambilalihan Greenland. 

Presiden AS itu sejak lama menyuarakan keinginannya untuk mengambil alih wilayah otonom Arktik tersebut dari Denmark, dengan alasan Amerika Serikat membutuhkan Greenland demi kepentingan keamanan nasionalnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya