Rekonstruksi kunjungan legendaris Cindy Adams ke Ploso, Jombang. (Foto: RMOLJatim)
Pegiat sejarah bersama warga menggelar rekonstruksi peristiwa bersejarah untuk memperingati kedatangan penulis Autobiografi Bung Karno asal Amerika Serikat, Cindy Adams ke Ploso, Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini menjadi penanda 62 tahun kunjungan perdana Cindy Adams pada 16 Januari 1964, saat menelusuri jejak masa kecil Bung Karno.
Dalam rekonstruksi tersebut digambarkan kunjungan legendaris Cindy Adams yang kala itu merupakan mandat langsung dari Presiden Soekarno. Di Ploso, Cindy Adams melakukan riset mendalam dengan mewawancarai sejumlah sosok kunci yang mengetahui masa kecil Sang Proklamator, di antaranya pengasuh Bung Karno, Mbok Suwi dan Mbok Mirah, serta teman masa kecilnya Mbah Joyo Dipo.
Melalui napak tilas dan rekonstruksi ini, suasana Ploso pada tahun 1964 dihidupkan kembali. Tokoh Cindy Adams diperankan oleh Yesinta Aprilia, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, yang tampil membersamai tokoh-tokoh pendamping Cindy Adams kala itu, seperti Wedono Ploso Soetomo, Abdussukur, Hutauruk, dan Nusyirwan.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peresmian Tetenger Situs Kelahiran Ir. Soekarno. Hadir dalam acara itu perwakilan Keluarga Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono, yang menegaskan pentingnya pelurusan sejarah keluarga terkait tempat kelahiran Bung Karno.
“Menurut keterangan keluarga kami, Bung Karno lahir di Ploso, yang pada masa itu secara administratif masuk wilayah Karesidenan Surabaya,” ujar Kuswartono, dikutip
Kantor Berita RMOLJatim, Jumat, 16 Januari 2026.
Hal senada disampaikan Masfiin, Kuncen Titik Nol Soekarno, yang memimpin pembacaan pernyataan tetenger. Ia menegaskan keyakinan Bung Karno lahir di Ploso bukan sekadar klaim sepihak, melainkan memori kolektif yang terjaga turun-temurun di Desa Rejoagung.
“Warga setempat sejak lama mengenal lokasi ini sebagai tempat lahirnya Raden Koesno Sosrodihardjo, nama kecil Bung Karno,” jelasnya.
Sementara itu, Binhad Nurrohmat, Inisiator Titik Nol Soekarno, mengungkapkan bahwa dukungan data atas fakta tersebut semakin menguat. Hingga kini pihaknya telah mengantongi lebih dari 10 dokumen yang menjelaskan kelahiran Bung Karno di Ploso.
“Data ini juga diperkuat oleh penelusur sejarah Jombang, Moch. Faisol, yang memaparkan sejumlah foto otentik sebagai bukti pendukung,” tuturnya.
Dukungan juga datang dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang. Koordinator Wilayah Ploso, Arif Yulianto atau Cak Arif, menyebut kajian teknis telah dilakukan dan memberikan rekomendasi kuat mengenai validitas kelahiran Soekarno di Ploso.
Melalui peringatan ini, para pegiat sejarah berharap upaya pelestarian sekaligus pelurusan sejarah Bung Karno dapat terus berlanjut, sehingga generasi muda memperoleh edukasi yang akurat tentang jejak dan perjalanan hidup Sang Proklamator.