Berita

Dosen Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Salah Kaprah Menganggap Pilkada Lewat DPRD Hemat Ongkos Politik

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 20:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Argumen elite partai politik dalam mendorong perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung menjadi lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak tepat jika tujuannya untuk menekan biaya politik.

Dosen Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menilai opsi Pilkada melalui DPRD belum menyelesaikan masalah ongkos politik dan praktik politik uang.

"Sepanjang faktor penyebabnya tidak diatasi, itu akan terus terjadi. Jadi jangan seperti sakit perut tapi (obatnya) pakai panadol," ujar sosok yang akrab disapa Ubed kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Jumat, 16 Januari 2026.


Menurutnya, parpol harus fair jika ingin memperbaiki demokrasi elektoral ke depan, tidak lantas mengambinghitamkan sistem pemilihan terbuka yang telah berjalan sejak 2014.

"Bagaimana caranya agar mendapatkan hasil kepala daerah yang bagus? Itu partai harus melakukan seleksi. Sebelum election, harus seleksi dulu," urai Ubed.

"Saya melihat partai politik enggak ada yang melakukan seleksi serius untuk mencari calon kepala daerah. Hampir tidak ada," sambungnya.

Oleh karena itu, dia memandang yang harus dibenahi adalah sistem perekrutan sistem pemilihannya.

"Biaya politik bisa dikurangi kalau partai mengubah (penentuan cakada). Yang kedua, calonnya harus tidak memiliki motif pragmatis ekonomi, yang kemudian berakibat dia menjadi korupsi," tutur Ubed.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya