Berita

Karyawan Pertamina saat melakukan pengaturan pipa minyak dan gas. (ist/rmolsumsel.id)

Bisnis

Pakar Apresiasi Pertamina: Kontribusi Vital dalam Pencapaian Target Lifting Minyak 2025

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pakar Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Profesor Imron Mawardi, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja produksi minyak PT Pertamina sepanjang tahun 2025. Pertamina dinilai menjadi aktor kunci di balik keberhasilan nasional menembus target lifting minyak dalam APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph).

Menurut Imron, besarnya kontribusi Pertamina tidak terlepas dari penguasaan mayoritas produksi minyak nasional oleh anak-anak usahanya. 

Saat ini, enam kontributor terbesar lifting nasional merupakan bagian dari grup Pertamina, di antaranya:


PT Pertamina EP Cepu (bersama ExxonMobil di Blok Cepu), PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, dan PT Pertamina Hulu Energi OSES.

"Ya, tentu baik. Kontribusi Pertamina sangat membantu mencapai target di dalam APBN itu. Besarnya penguasaan produksi minyak dalam negeri saat ini memang sudah bagus. Saya berharap ke depan Pertamina perlu meningkatkan kontribusinya lagi di sisi hulu. Kita sekarang berharap benar-benar dari Pertamina," ujar Imron, dikutip redaksi di Jakarta Jumat 16 Januari 2026..

Imron meminta Pertamina terus meningkatkan kinerjanya. Dengan lifting yang terus meningkat, diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi impor minyak mentah untuk kebutuhan BBM dalam negeri yang saat ini masih sekitar satu juta barel per hari.

"Kita tetap berharap kalau Pertamina masih bisa meningkatkan produktivitas sumur-sumurnya serta mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru. Dengan demikian, diharapkan importasi minyak kita terus menurun," harap Imron.

Selain dari sisi ketahanan energi, Imron menambahkan, penguasaan sebagian besar produksi minyak nasional oleh Pertamina juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kontribusi tersebut tidak hanya berasal dari pajak, PNBP, maupun dividen, tetapi juga dari efek pengganda terhadap sektor-sektor lainnya.

"Ya, karena dalam ekonomi, industri migas termasuk sektor yang linkagenya, multipliernya besar. Terutama sekali dari sisi forward linkagenya itu panjang," kata Imron.

Artinya kata Imron, banyak sektor lain yang sangat bergantung pada sektor migas, sehingga industri migas yang sehat akan mendorong pergerakan sektor-sektor lain dan menghasilkan aktivitas ekonomi yang besar.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengonfirmasi bahwa target APBN 605.000 bph telah resmi tercapai berkat upaya masif di tengah tantangan industri yang dinamis.

Djoko menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan upaya masif di tengah berbagai tantangan industri hulu migas sepanjang tahun.

"Bagaimana kita bisa mencapai target APBN 605. Nah alhamdulillah, alhamdulillah 1-2 hari terakhir dengan berbagai upaya gejolak yang sangat luar biasa kita mencapai 605 alhamdulillah," kata Djoko.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya