Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto: Reuters)

Dunia

Putin Peringatkan Dunia Kian Berbahaya di Tengah Konflik Global

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 14:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa situasi internasional saat ini semakin memburuk dan dunia menjadi lebih berbahaya. 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya di Kremlin kepada para duta besar baru yang menyerahkan surat kepercayaan, Kamis, 15 Januari 2026. 

Putin menilai ketegangan global terus meningkat, dengan konflik lama yang semakin intensif serta munculnya titik-titik krisis baru di berbagai kawasan dunia.


"Situasi di panggung internasional semakin memburuk. Saya rasa tidak ada yang akan membantah hal itu, konflik lama semakin meningkat, dan titik-titik rawan baru yang serius terus bermunculan,” ujar Putin sambil tersenyum, seperti dikutip dari Reuters.

Pidato tersebut merupakan pernyataan publik pertama Putin tahun ini terkait kebijakan luar negeri Rusia. 

Namun, dalam kesempatan itu ia tidak menyinggung secara langsung Amerika Serikat maupun Presiden AS Donald Trump, serta tetap bungkam mengenai sejumlah isu internasional besar.

Putin belum memberikan komentar publik mengenai penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, gelombang protes di Iran, maupun ancaman Presiden Trump terhadap Greenland.

Meski demikian, Putin melontarkan kritik terhadap negara-negara yang menurutnya menggunakan kekuatan untuk memaksakan kehendak mereka kepada pihak lain.

"Kami mendengar sebuah monolog dari mereka yang, dengan hak berdasarkan kekuatan, menganggap wajar untuk mendikte kehendak mereka, menguliahi pihak lain, dan mengeluarkan perintah,” kata Putin.

Dalam pidatonya, Putin juga menegaskan kembali sikap Rusia terhadap tatanan global dan menyatakan komitmen negaranya terhadap konsep dunia multipolar.

"Rusia dengan tulus berkomitmen pada cita-cita dunia multipolar,” ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya