Berita

Unggahan Kebudes AS di Malaysia (Tangkapan layar RMOL dari Medsos @usembassykl)

Dunia

Unggahan Kedutaan AS Bikin Warganet Malaysia Khawatir Jadi Venezuela Berikutnya

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 10:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warganet Malaysia ramai-ramai melontarkan candaan di media sosial setelah Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kuala Lumpur mengunggah foto satelit Malaysia yang diambil dari luar angkasa. 

Unggahan tersebut memicu reaksi luas karena dikaitkan dengan sikap agresif pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela.

Sebelumnya, akun Facebook Kedutaan AS mengunggah foto satelit tahun 2016 yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Foto tersebut menampilkan kilatan petir yang menyala di balik awan badai besar di atas wilayah Malaysia.


“Malaysia, kamu terlihat sangat ‘elektrik’. Titik-titik putih terang itu bukan lampu kota, melainkan sambaran petir besar di dalam sistem badai," menurut keterangan foto yang diunggah, dikutip dari Independent, Jumat 16 Januari 2026.

Keterangan tersebut juga menyebutkan bahwa pemandangan dari atas menunjukkan betapa dinamisnya planet Bumi. Menurut kedutaan, baik dilihat dari dalam badai maupun dari luar angkasa, pemandangannya tetap spektakuler.

Meski unggahan itu terlihat biasa saja, respons warganet Malaysia justru penuh humor satir. Banyak yang bercanda agar AS tidak “melirik” Malaysia, mengingat tindakan AS terhadap Venezuela yang kini diklaim akan dikuasai minyaknya.

Komentar paling banyak disukai di Facebook berbunyi: “Tolong beri tahu presiden kalian, kami tidak punya minyak. Kami cuma punya minyak goreng Saji.”

Ada pula warganet yang dengan sengaja meledek stereotip lama tentang Malaysia. Beberapa mengaku “tinggal di hutan” dan “hidup di atas pohon” agar terlihat tidak menarik secara strategis.

“Seperti yang bisa kalian lihat, kami tinggal di hutan. Kami menyalakan api untuk menghangatkan tubuh,” tulis seorang pengguna.

Komentar lain menyebut:

“Kami tidak punya kota. Kami semua tinggal di pohon. Catatan: kami tidak punya minyak.”
Sementara pengguna lain menulis:
“Dear Trump, kami hidup di hutan. Tidak ada minyak, hanya harimau dan buaya.”

Ada juga yang menegaskan Malaysia tidak punya minyak mentah, melainkan hanya kelapa sawit dan badai petir. 

Di Instagram, foto yang sama memicu ratusan komentar, termasuk pertanyaan bernada bercanda: “Apakah kita Venezuela berikutnya?”

Sebagian warganet bahkan menyarankan AS untuk “memilih Brunei atau Singapura saja”. Ada pula yang menyinggung soal pengawasan dan campur tangan AS, mempertanyakan alasan kedutaan mengunggah citra satelit Malaysia tanpa penjelasan lebih lanjut.

Candaan soal minyak ini muncul tak lama setelah Amerika Serikat menyatakan akan menguasai minyak Venezuela “tanpa batas waktu” usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Presiden Trump juga mengklaim AS akan mengambil alih Venezuela dan memanfaatkan cadangan minyaknya, termasuk menerima puluhan juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi.

Selain Venezuela, Trump juga kembali menyuarakan keinginannya untuk menguasai Greenland. Ia bahkan menyatakan AS akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya